Ekonomi Solid, Asia Pimpin Pertumbuhan Upah Global di Tahun 2018

Pertumbuhan Upah Global - www.isigood.comPertumbuhan Upah Global - www.isigood.com

TOKYO – Para pekerja di mayoritas diprediksi akan menikmati kenaikan upah yang tertinggi di dunia pada tahun 2018 ini, ditunjang pertumbuhan dan perubahan ekonomi yang kian solid. Sebaliknya, beberapa negara maju, seperti Jepang, AS, dan negara di Benua Eropa masih mengalami stagnasi upah di tengah laju yang rendah.

Nikkei melaporkan, menurut survei tahunan yang dilakukan oleh Korn Frey terhadap 20 juta pekerja di 25 ribu , tingkat upah di Asia pada tahun ini diperkirakan tumbuh sebesar 2,8 persen, melebihi kenaikan global yang hanya 1,5 persen. Meski demikian, kenaikan tersebut masih lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar 4,3 persen, karena pertumbuhan di benua ini diperkirakan akan turun, di tengah ekspektasi tingkat suku bunga yang lebih tinggi dan perlambatan ekspor.

Beberapa negara yang bakal mengalami kenaikan upah tertinggi adalah India, Vietnam, dan Thailand. Di Negeri Sungai Gangga, upah riil diperkirakan tumbuh 4,7 persen, menjadikannya sebagai negara dengan pertumbuhan upah tertinggi di dunia. Kenaikan yang sama juga diprediksi terjadi di Vietnam karena telah meningkat, sedangkan kenaikan upah di Thailand akan solid disebabkan negara ini masih menjadi pusat manufaktur di ASEAN.

Sementara, di China, upah riil diperkirakan akan tumbuh dari 4,0 persen menjadi 4,2 persen pada tahun ini. Para ekonom di Moody’s Economy.com memprediksi bahwa negara tersebut akan mempertahankan kebijakan fiskal proaktif pada tahun 2018 karena melakukan reformasi di sisi penawaran, seperti menangani kelebihan kapasitas di perusahaan milik negara dan membuka persaingan yang lebih besar.

Sayangnya, di Jepang, pertumbuhan upah riil diperkirakan akan melambat menjadi 1,6 persen dari 2,1 persen di tahun lalu. Perusahaan memang diharapkan menawarkan kenaikan sekitar 2 persen untuk tahun kelima berturut-turut, menanggapi permintaan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk gaji yang lebih tinggi, namun tekanan inflasi yang baru diperkirakan akan menjadi penghalang untuk pertumbuhan yang lebih cepat.

Di beberapa negara maju lainnya, perusahaan tersebut juga tidak melihat kenaikan upah yang cukup besar, sebagai upaya untuk mengimbangi kenaikan inflasi. Korn Ferry memproyeksikan pertumbuhan upah di Australia hanya sekitar 0,4 persen, di Jerman tumbuh 0,8 persen, sedangkan di Inggris malah minus 0,5 persen pada tahun 2018.

“Namun, ekspansi ekonomi yang kuat menambah tekanan inflasi di negara-negara dengan tingkat upah tinggi di Asia Tenggara dan China, mengikis kenaikan upah nominal,” kata Korn Ferry. “Standard Chartered juga memperkirakan inflasi akan meningkat pada tahun 2018, terutama pada aktivitas yang lebih kuat dan komoditas yang masih tinggi.”

Loading...