Ekonomi Lima Negara ASEAN Bakal Melesat 5,1% di Tahun 2018 Mendatang

Lima besar di kawasan ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan ) serta India diprediksi akan mempertahankan tingkat negara pada tahun ini. Kemudian, perekonomian di negara-negara ini akan melesat hingga di atas 5% pada tahun 2018 mendatang.

Menurut sebuah survei yang dilakukan Japan Center for Economic Research – Nikkei Consensus Survey on Asian Economies pada 15 Maret lalu, perkiraan pertumbuhan perekonomian untuk lima negara di ASEAN sebesar 4,3% pada tahun 2016 untuk masing-masing negara. Angka ini naik sedikit dibanding tahun 2015 lalu yang sebesar 4,2%. Kemudian, pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara diproyeksikan meningkat 4,7%, pada 2017 dan naik lagi menjadi 5,1% pada 2018.

Sementara untuk India, pertumbuhan ekonomi diramal naik menjadi 7,7% pada rentang April 2016 hingga Maret 2017. Kemudian, tingkat pertumbuhan ekonomi di negara kawasan Selatan tersebut diperkirakan kembali naik 8% pada April 2018.

Meski tingkat ekspor diprediksi masih akan berjalan lambat, namun belanja publik dan investasi akan menyokong pertumbuhan perekonomian di negara-negara tersebut. Momentum ini sangat kuat pengaruhnya, terutama di Indonesia, Filipina, dan India, berkat kebijakan reformasi pemerintah masing-masing negara.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, telah berusaha untuk meliberalisasi ekonomi dan mengundang lebih banyak investasi asing. Sementara di Indonesia, membatalkan subsidi BBM di hari pertamanya bertugas dan telah mengambil langkah-langkah untuk memacu . Adapun Presiden Filipina, Benigno Aquino, berusaha meningkatkan lingkungan bisnis di negara tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif dan Ekonom Senior Pusat Informasi dan Studi Pembangunan di Indonesia, Umar Juoro, berkembangnya investasi di Indonesia turut memajukan perekonomian negara. “Selain itu, dukungan pemerintah juga memacu pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara, Senior di India’s Centre for Policy Research, Dr. Rajiv Kumar, mengatakan bahwa pemerintah di negaranya (India) telah bekerja menghapus segala hambatan di sisi penawaran. “Ini akan meningkatkan pertumbuhan di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Berbeda dengan negara-negara tersebut, pertumbuhan ekonomi di malah diprediksi cenderung menurun. Menurut survei yang dilakukan Nikkei dan NQN di Hong Kong pada Maret lalu, ekonomi diramal akan turun menjadi 6,2% pada 2018 mendatang.

Loading...