Ekonomi Global 2017 Akan Dipengaruhi Kebijakan Perdagangan AS, China, & Uni Eropa

kebijakan-perdagangan

Setelah memasuki tahun 2017, banyak orang yang penasaran apa yang akan terjadi sepanjang tahun ini. Dari sisi , para pengamat kini sedang fokus memprediksi beberapa ketidakpastian utama terkait , yakni kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan AS dan prospeksi ekonomi terkait prospek suku bunga AS dan . Kemudian perkembangan ekonomi Cina sebelum kongres Partai Komunis ke-19 di akhir 2017, serta sejauh mana politik di akan menarik Uni ke arah disintegrasi.

Isu utama bagi dunia saat ini adalah tata kelola sistem pemesanan dan investasi . Menurut ekonom George Magnus, “Jika kita kehilangan AS sebagai pelindung utama tatanan liberal, maka risiko pengaturan dari ‘terbalkanisasi’ menjadi perang dagang langsung bisa menjadi cukup besar. Hal ini sangat penting untuk Asia, bukan hanya karena , tetapi juga karena rantai pasokan yang kompleks dan rumit yang telah berkembang sejak menjadi hub.”

Pada Desember lalu, AS dan Uni Eropa menolak untuk menyetujui dukungan status ekonomi untuk China. Perselisihan antara mereka berbasis di sekitar peraturan yang mengatur kewajiban anti-dumping yang telah dirujuk ke WTO, tetapi ada kekhawatiran yang lebih besar tentang risiko friksi perdagangan.

Sejak hari pertamanya di kantor, Trump telah menyatakan ia akan menarik AS dari perjanjian perdagangan kemitraan Trans-Pasifik. Ia menuduh China dan negara-negara lainnya telah berbuat curang dalam perdagangan dan melabeli China sebagai manipulator mata uang serta mengenakan tarif retribusi untuk barang-barang China. Pasalnya, China menyumbang sekitar 70% dari defisit perdagangan AS.

Jika China membalas kebijakan perdagangan AS yang agresif tersebut, kemungkinan akan mempengaruhi seluruh negara di Asia, terutama di Taiwan, Singapura, Thailand, dan Jepang. Dibandingkan tahun lalu, ekonomi di China saat ini lebih stabil.

Stabilitas ekonomi di China tersebut meningkatkan utang non finansial China yang sudah tinggi, menyebabkan arus modal keluar lebih deras dan menekan renminbi, serta membuat stabilitas menjadi berisiko.

Sedangkan di Eropa pemilu di sejumlah negara seperti Belanda, Perancis, dan Italia akan dipantau secara seksama untuk melihat apakah opini sebagian besar masyarakat akan membawa lonjakan anti-Uni Eropa atau pihak skeptis-Uni Eropa yang berkuasa. Isu-isu seperti keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) juga akan membawa dampak ekonomi yang cukup besar bagi dunia.

Loading...