Ekonomi Cina Melambat, Namun Upah Buruh Pabrik Meningkat

di Cina yang melambat memang berdampak besar bagi perkembangan di sana. Namun, hal ini tidak serta-merta membuat upah menurun. Bahkan, beberapa provinsi di Cina telah meningkatkan upah minimum bagi , termasuk Provinsi Guizhou dan Provinsi Jiangsu.

Provinsi Guizhou bersama dua provinsi lainnya telah meningkatkan upah minimum pada bulan Oktober yang lalu. Sementara, tiga provinsi lainnya, termasuk Provinsi Jiangsu, menaikkan upah minimum pada tahun ini. Upah minimum rata-rata meningkat sekitar 8 persen hingga 28 persen.

Seperti diketahui, Provinsi Jiangsu merupakan yang dipenuhi dengan investasi asing. Sementara, Provinsi Zhejiang merupakan basis ekspor Cina. Adapun Kota Chongqing, merupakan basis otomotif, seperti pabrikan Suzuki Motor dan Hyundai Motor.

Peningkatan upah minimum tenaga kerja ini salah satunya dipicu dengan semakin menyusutnya ketertarikan masyarakat untuk bekerja di pabrik yang dianggap bergaji rendah. Mereka cenderung mencari penghasilan di sektor industri telekomunikasi dengan bekerja di perusahaan-perusahaan internet dan sejenisnya.

Di samping itu, setelah Tahun Baru Imlek, banyak tenaga kerja asing (termasuk TKI) yang tidak kembali ke pabrik usai liburan panjang. Dan, salah satu hal yang bisa menjaga kebutuhan tenaga kerja tetap aman adalah menaikkan upah kerja.

Tekanan dari pusat adalah faktor lain yang membuat pabrik menaikkan upah minimum mereka. Draft anggaran lima tahun yang diterbitkan tahun ini menargetkan pendapatan yang lebih tinggi pada tahun 2020 mendatang. Beijing pun bersandar pada daerah dan BUMN untuk merealisasikan target ini.

Sebenarnya, upah tenaga kerja di pabrik-pabrik di Cina diperkirakan telah mencapai dua kali lipat upah minimum, karena uang lembur yang signifikan. Akibatnya, kenaikan upah minimum ini bisa memberatkan perusahaan. “Gaji buruh pabrik telah melonjak 10 kali lipat sejak tahun 2004, ketika banyak bisnis Jepang yang pindah ke Provinsi Guangdong,” kata seorang pejabat perusahaan Jepang yang berbasis di Cina.

Di Provinsi Guangdong, ada dua kota dengan upah minimum tertinggi di Cina, yaitu Shenzhen (2.030 yuan atau 308 dolar AS per bulan) dan Guangzhou. Pada November lalu, provinsi telah menetapkan dasar untuk pertumbuhan upah sebesar 8,5 persen.

Di sisi lain, kenaikan upah minimum di tengah perlambatan ekonomi seperti saat ini memang dapat menciptakan lingkaran setan. Karena itu, Pemerintah Cina gencar mendorong penggunaan robot dan peralatan otomatis lainnya untuk menghemat biaya tenaga kerja, serta mengurangi biaya produksi yang bertujuan membuat sektor lebih kompetitif.

Loading...