Efek Referendum Italia Mereda, Rupiah Naik 35 Poin di Awal Transaksi

bisnis.liputan6.com

yang kembali dan meredanya kondisi usai referendum Italia berpeluang menjaga penguatan sepanjang perdagangan Selasa (6/12) ini. Seperti dilaporkan Index, rupiah membuka perdagangan hari ini dengan 35 poin atau 0,26% ke Rp13.405 per AS. Kemudian, pada pukul 08.37 WIB, spot kembali naik 34 poin atau 0,25% ke Rp13.406 per AS.

“Secara umum, penguatan harga minyak serta pelemahan dolar AS akan membuka ruang apresiasi rupiah,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Risiko global juga diperkirakan mereda usai referendum Italia dengan kenaikan FFR target pada pertengahan Desember mendatang yang sudah hampir sempurna difaktorkan oleh global.”

Harga minyak mentah memang kembali menguat menyusul keputusan OPEC untuk memangkas karena investor memperkirakan pasokan dan permintaan tidak lama lagi akan berimbang. Minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Januari naik ke level 51,79 dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent untuk kontrak Februari menetap di angka 54,94 dolar AS per barel.

“Sementara, dari domestik, aksi demo yang berlangsung damai yang dibarengi penangkapan pelaku terduga makar menandai upaya pamungkas pemerintahan Joko Widodo mengatasi gejolak politik dalam negeri,” sambung Rangga. “Rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada hari ini.”

Senada, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Faisyal, mengatakan bahwa selain aksi demo yang berjalan damai sehingga meningkatkan kepercayaan pasar, pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) yang berencana menambah pembelian obligasi Italia menjadi katalis positif bagi mata uang Garuda. “Rupiah berpeluang menguat di kisaran Rp13.350 hingga Rp13.550 per dolar AS,” katanya.

Loading...