Efek Bom Surabaya Masih Terasa, Rupiah Dibuka Melemah

Rupiah - beritagar.idRupiah - beritagar.id

Insiden bom selama dua hari di Surabaya ternyata masih memberikan efek negatif terhadap pada awal Selasa (14/5) ini. Menurut Index, mata uang Garuda membuka dengan melemah 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.989 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 13 poin atau 0,09% di posisi Rp13.973 per AS pada awal pekan (14/5) kemarin.

Seperti diketahui, pada hari Minggu (13/5) kemarin, bom bunuh diri menyerang tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta Pusat, yang menurut pihak berwenang, dilakukan oleh satu keluarga. Kemudian, pada Senin pagi, publik Kota Pahlawan kembali dikejutkan oleh ledakan bom di Polrestabes Surabaya, yang juga dilakukan oleh satu keluarga.

“Pergerakan rupiah sebenarnya bisa dikatakan masih stabil, salah satunya didorong oleh kemungkinan penaikan tingkat acuan oleh Bank Indonesia dalam waktu dekat,” jelas analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, seperti dilansir dari Bisnis. “Sementara, sentimen negatif dari serangan bom di Surabaya, dampaknya masih tergolong terbatas bagi rupiah.”

Hampir senada, Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, pun menuturkan bahwa pergerakan rupiah bisa kembali menguat karena dua . pertama adalah rencana Bank Indonesia untuk menaikkan tingkat suku bunga, dan kedua adalah pergerakan indeks yang saat ini tengah melemah. “Efek teror bom di Surabaya hanya bersifat sementara terhadap gerak rupiah,” katanya.

Saat ini, sedang menantikan data neraca perdagangan Indonesia bulan April 2018 yang bakal diumumkan hari ini. Sejumlah ekonom memprediksi neraca perdagangan Indonesia di bulan keempat masih akan mencatatkan surplus, namun sedikit menyusut. Pasalnya, permintaan impor relatif tinggi, ditopang peningkatan aktivitas manufaktur , yang terindikasi dari PMI manufaktur Indonesia.

Loading...