Dukungan untuk John Taylor Katrol Dolar, Rupiah Berakhir Merah

kembali harus terjungkal ke zona merah setelah indeks AS mengalami rebound, disokong kabar yang menyebutkan bahwa John Taylor mendapat banyak suara dari senator Partai Republik untuk menjadi Gubernur yang baru. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang harus mengakhiri Rabu (25/10) ini dengan pelemahan sebesar 45 poin atau 0,33% ke level Rp13.578 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat 10 poin atau 0,07% di posisi Rp13.533 per dolar AS, sekaligus mengakhiri tren pelemahan lima hari beruntun. Namun, pagi tadi mata uang Garuda kembali loyo setelah dibuka 41 poin atau 0,30% ke level Rp13.574 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.563 hingga Rp13.585 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS berhasil rebound pada perdagangan hari ini, terutama terhadap yen Jepang, ditopang kabar mengenai dukungan para senator Partai Republik untuk John Taylor sebagai Gubernur The Fed yang baru. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau menguat 0,173 poin atau 0,18% ke level 93,945 pada pukul 09.48 WIB, setelah sebelumnya ditutup melemah di posisi 93,772.

Menurut Reuters, Presiden Donald Trump dikabarkan melakukan pengambilan suara terhadap para anggota Partai Republik mengenai kandidat Gubernur Bank Sentral AS yang baru, antara ekonom Stanford University, John Taylor, dan anggota Dewan Gubernur The Fed, Jerome Powell. Taylor lantas mendapatkan banyak suara karena ia dipandang seseorang yang mungkin menempatkan The Fed pada jalur kenaikan suku bunga dengan laju lebih cepat.

“Dolar AS mendapatkan kenaikan dalam waktu dekat jika seseorang yang dilihat oleh pasar memiliki pandangan lebih hawkish terhadap kebijakan moneter,” kata pakar strategi investasi untuk LGT Bank di Singapura, Roy Teo. “Seperti Taylor, yang mungkin bisa dipilih sebagai Gubernur Federal Reserve periode berikutnya.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.570 per dolar AS, melemah 41 poin atau 0,30% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.529 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, rupiah menjadi mata uang Asia yang mengalami pelemahan terdalam versus greenback, dengan anjlok 0,32%, disusul peso Filipina yang turun 0,11%.

Loading...