Dua Tahun ke Depan, Pengangguran di Singapura Bakal Melebihi 3 Persen

Meski berstatus sebagai maju, namun hal tersebut tidak otomatis membuat bebas dari . Bahkan, dalam dua tahun ke depan atau lebih, tingkat di Singapura diprediksi bisa mencapai angka di atas 3 persen.

Menurut rilis Ministry of Manpower (MOM), pengangguran di Singapura pada kuartal kedua tahun 2016 diprediksi naik menjadi 3 persen dari sebelumnya 2,7 persen. Angka ini, yang disesuaikan dengan faktor musiman seperti Tahun Baru China dan liburan sekolah, sebelumnya tidak pernah berada di atas 3 persen sejak tahun 2010.

Jumlah PHK juga mencapai puncaknya dalam tujuh tahun terakhir. Jumlah pekerja yang terkena PHK atau pembatalan kontrak pada semester pertama tahun ini mencapai tingkat tertinggi sejak krisis pada tahun 2009, yaitu sebanyak 9.510 pekerja. Di periode yang sama tahun lalu, jumlah pekerja yang diputus kontrak mencapai 6.750 orang.

Pertumbuhan pekerjaan di Singapura sendiri memang berjalan melambat. Untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, jumlah pencari kerja melebihi jumlah lowongan pekerjaan. “Saya harap tren ini tidak berlangsung lama,” kata Menteri Singapura, Lim Swee Say.

“Namun, kita memang harus melalui transisi ini. Akan ada gangguan, akan ada PHK, akan ada perampingan di beberapa sektor,” sambungnya. “Jika kita tidak berhati-hati, angka pengangguran akan naik. Bukan karena kita tidak punya cukup pekerjaan, tapi karena ada ketidaksesuaian antara pekerjaan dan keterampilan. Kemudian, kita akan memiliki pengangguran struktural yang lebih sulit untuk dipecahkan.”

Sementara itu, Profesor Ekonomi dari National University of Singapore, Liu Haoming, mengatakan bahwa kondisi global mengenai pemilihan , keluarnya Inggris dari Uni Eropa, hingga perlambatan ekonomi di China membuat banyak perusahaan berhati-hati dalam merekrut pegawai baru. “Apakah tren ini akan berlanjut, tergantung pada apa yang terjadi di dunia, terutama di AS dan China,” ujarnya.

“Jika calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menang pemilu, itu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat tentang ekonomi AS,” tambahnya. “Ini seharusnya juga berdampak positif pada perekonomian di Singapura.”

Pemerintah Singapura sendiri bukannya tidak berusaha untuk mengatasi problem ini. Jumat (23/9) pekan lalu, MOM telah merilis dua program untuk karir baru di sektor perhotelan dengan mempekerjakan 35.000 orang. Yang lainnya, Professional Conversion Programme (PCP) untuk eksekutif profesional guna memudahkan transisi karir profesional di industri. Program ini rencananya dimulai bulan depan di industri perhotelan.

Loading...