Donald Trump Unggul, Rupiah Tersungkur 43 Poin di Penutupan

perhitungan cepat (quick count) yang menyebutkan Donald Trump memenangkan Pemilihan AS langsung membuat limbung aktivitas perdagangan global, termasuk . Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, Garuda harus menutup perdagangan Rabu (9/11) ini dengan melemah 43 poin atau 0,33% ke level Rp13.127 per dolar AS.

Setelah dibuka menguat 29 poin atau 0,22% ke Rp13.055 per dolar AS, langsung berbalik 106 poin atau 0,81% ke posisi Rp13.190 pada istirahat siang. Jelang tutup dagang atau pukul 15.34 WIB, spot masih tertahan di zona merah dengan terdepresiasi 56 poin atau 0,43% ke level Rp13.140 per dolar AS.

Data perhitungan cepat (quick count) yang dirilis Real Clear Politics menyebutkan, Trump telah mengantongi 277 suara electoral votes dari 270 suara yang dibutuhkan. Trump dan wakilnya, Mike Pence, meraih 48,3 persen suara. Sementara, rival mereka dari Partai Demokrat, Hillary Clinton dan Tim Kaine, ditinggalkan dengan perolehan 218 suara electoral votes atau 47 persen.

Menanggapi kemenangan Trump ini, pihak siap melakukan intervensi guna menjaga nilai tukar rupiah. “ selalu ada di dan tidak segan-segan melakukan intervensi kalau ada instabilitas perkembangan yang membuat rupiah terlalu jauh dari fundamental,” terang Deputi , Perry Warjiyo.

“Hal ini (pelemahan rupiah) juga akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur BI bulanan bersama para petinggi bank sentral lainnya,” sambung Perry. “Tidak hanya AS, tetapi kami juga memantau pertumbuhan dan kebijakan moneter di Jepang, , dan Uni Eropa karena bisa berdampak terhadap kurs.”

Selain rupiah, pergerakan mayoritas mata uang Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong turun 0,006%, disusul baht Thailand yang merosot 0,034%, dan dolar Taiwan yang melemah 0,48%. Sementara, ringgit Malaysia juga turun 0,46%, dolar Singapura anjlok 0,043%, dan peso Filipina terdepresiasi 0,33%.

Loading...