Donald Trump Terus Menekan Presiden China Xi Jinping

Tokyo baru-baru ini mengecam presiden terpilih AS, Donald Trump. Koran yang dijadikan sebagai corong Partai Komunis ini mengatakan bahwa Trump memiliki gagasan naif bahwa kebijakan ‘Satu ’ dapat digunakan sebagai ‘tawar-menawar’ komersial.

Selain itu, surat kabar Times China juga menambahkan bahwa Trump perlu belajar menangani urusan luar negeri sederhana dan memperingatkan bahwa Beijing mungkin tak memprioritaskan reunifikasi damai dengan dan akan mengedepankan pengambilalihan secara .

Sementara itu Trump menanggapi pemberitaan tersebut dengan tenang, “Saya tidak tahu mengapa kita harus terikat dengan kebijakan ‘Satu China’ kecuali kita membuat kesepakatan dengan China yang berkaitan dengan hal-hal lain, termasuk .”

Hal ini tentunya mengejutkan Presiden China Xi Jinping, terutama mengingat perbincangan lewat telepon antara Trump dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Presiden Xi sendiri lebih senang menghindari konfrontasi terbuka sebelum pelantikan Trump pada 20 Januari mendatang. Namun Partai Komunis semakin gelisah.

Sementara itu, Trump menunjuk Gubernur Iowa, Terry Branstad sebagai duta besar di China. Branstad sendiri merupakan seorang teman lama dari Presiden Xi Jinping. Pemilihan Branstad ini ternyata juga cukup membantu meningkatkan pertanian ke negara itu, sebab China merupakan yang besar untuk jagung dan kedelai dari Iowa.

Namun sebelum pemilihan Branstad sebagai duta besar, Trump telah menuturkan beberapa komentar anti-China seperti dalam kampanyenya. “China bertanggungjawab untuk hampir setengah dari defisit perdagangan Amerika. Mereka tidak bermain sesuai aturan, dan aku tahu mereka saat ini akan memulainya,” ujar Trump.

Hingga kini pemerintahan Xi masih tetap tenang menghadapi Trump. Namun pernyataan dan perbuatan militer menunjukkan bahwa kondisi saat ini tak dapat diabaikan. Terutama saat menyangkut kepentingan utama yang berhubungan dengan Taiwan, China merasa saat ini berkewajiban untuk menunjukkan kesiapannya menggunakan kekuatan militer.

Loading...