Dollar Indeks Turun & Lonjakan IHSG, Rupiah Punya Peluang Menguat

Rupiah 100ribuNasib diperkirakan akan sedikit berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya. Hal inilah yang disampaikan oleh Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta melalui hasil risetnya yang diterima pagi ini (30/9). “Rupiah berpeluang (ditutup) hari ini. Selain didukung faktor , juga berpeluang terbantu index yang turun dini hari tadi,“ ujarnya dalam riset.

Rupiah diperkirakan bakal terbawa arus penguatan jelang pengumuman paket kebijakan jilid II yang akan segera dirilis oleh Presiden Joko Widodo. yang menguat tajam pun turut menjadi faktor pendukung lainnya. Paket kebijakan jilid II tersebut dianggap dapat mendorong investasi serta peningkatan devisa. Paket kebijakan ini diharapkan lebih baik dari paket kebijakan sebelumnya hingga mampu mendongkrak pertumbuhan dan stabilitas Rupiah ke depannya.

Demi meningkatkan permintaan domestik, beberapa sepakat untuk memangkas acuannya. Sebagai contoh India, negara ini memotong acuan hingga 50 bps (-125 bps ytd) akibat perlambatan laju perekonomian global. Meski begitu, negara yang berpotensi untuk mengalami depresiasi tajam seperti Kolombia, Trinidad, Tobago, Georgia, dan Kirgizstan justru lebih memilih untuk menaikkan suku bunga acuannya. “Angka inflasi Zona Euro ditunggu sore ini,” pungkas Rangga.

Dalam kesempatan berbeda, Ekonom Universitas Negeri Medan Muhammad Ishak mengatakan bahwa Kurs Rupiah masih berpeluang sangat besar untuk tembus ke level Rp 15.000/USD akibat tingginya ketergantungan Indonesia pada produk . “Sangat berpeluang karena perekonomian mengandalkan produk luar,” tuturnya dalam kutipan sebuah media elektronik, kemarin (29/9).

Loading...