Dolar Terus Anjlok, Rupiah Melenggang Bebas ke Level Rp 13.511/USD

rupiah-melemah.7

Jakarta dibuka 0,3 persen atau 41 poin ke posisi Rp 13.511 per dolar AS di awal pagi hari ini, Jumat (3/11). Sebelumnya, Kamis (2/11) mata uang Garuda berakhir terapresiasi sebesar 0,21 persen atau 28 poin ke level Rp 13.552 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.542 hingga Rp 13.579 per dolar AS.

Sedangkan indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,14 persen menjadi 94,685 di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB lantaran para saat ini tengah mencermati pengumuman teranyar terkait reformasi .

Pada Kamis (2/11) kemarin Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS mengumumkan rancangan undang-undang untuk merombak kode pajak AS dalam beberapa dasawarsa, dengan memotong pajak penghasilan individual dan secara signifikan. RUU yang disebut Tax Cuts and Jobs Act ini sebagian besar telah sejalan dengan kerangka kerja terpadu untuk reformasi pajak yang digagas pemerintahan Trump yang dirilis akhir September 2017 lalu.

Hal ini sekaligus dapat mengurangi jumlah bracket pajak pendapatan pribadi dari 7 menjadi 4, dan juga mempertahankan tingkat pajak penghasilan individual tertinggi sebesar 39,6 persen. Ini juga akan memotong tarif pajak penghasilan badan dari 35 persen menjadi 20 persen.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengumumkan pencalonan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada Kamis (2/11) untuk menggantikan Ketua Janet Yellen pada Februari 2018 mendatang. Pencalonan Powell dinilai sebagai pilihan yang aman untuk pemerintahan Trump lantaran ia mempunyai pandangan yang sama seperti Yellen terkait kebijakan moneter dan keterbukaan terhadap deregulasi pemerintahan Trump.

“Kemungkinan bagi (anggota Dewan Gubernur The Fed Jerome) Powell dicalonkan sebagai Gubernur The Fed periode berikutnya membatasi dolar. Adapun penundaan dalam pengumuman UU pajak juga merupakan tanda potensial perselisihan internal,” kata Shin Kadota, pakar strategi senior di Barclays, seperti dilansir Reuters.

Kemudian Departemen AS melaporkan pada Kamis (2/11) dalam pekan yang berakhir 28 Oktober 2017 angka pendahuluan klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 229.000, turun 5.000 dari tingkat yang direvisi minggu sebelumnya.

Rupiah sendiri ikut terkatrol setelah pengumuman nominasi Powell sebagai calon pengganti Yellen. “Sampai batas tertentu, mata uang Asia mendapatkan dari keberlanjutan kebijakan di AS dan bahwa Powell berada dalam pilihan antara Yellen dan Taylor (John Taylor, kandidat lain Gubernur The Fed),” ungkap Christy Tan, kepala pakar strategi pasar dan untuk Asia di National Australia Bank Ltd.

Loading...