Dolar Tertekan Euro, Rupiah Melonjak 20 Poin di Akhir Pekan

rupiah-menguat.9

Pergerakan indeks dolar AS yang tertekan penguatan euro seolah memberikan ‘jalan lapang’ bagi untuk bergerak mulus di zona hijau sepanjang Jumat (21/7) ini. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup akhir pekan dengan penguatan sebesar 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.313 per dolar AS.

Rupiah sudah bergerak sejak awal dagang dengan dibuka naik 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.324 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali mengalami sebesar 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.325 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.30 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah menguat 19 poin atau 0,14% ke posisi Rp13.314 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS bergerak menuju pelemahan mingguan terhadap euro setelah Gubernur European Central Bank (ECB), Mario Draghi, menyatakan bahwa para pembuat kebijakan akan mendiskusikan perubahan pembelian di musim gugur. Meski ia tidak mengungkap tanggal pastinya, namun komentar Draghi ini dianggap hawkish dan mampu mengangkat pergerakan euro terhadap dolar AS.

Setelah dibuka turun tipis 0,033 poin atau 0,03% di level 94,273, mata uang Paman Sam kembali terdepresiasi 0,047 poin atau 0,05% ke posisi 94,259 pada pukul 09.37 WIB. “Komentarnya dianggap hawkish, meski ECB tidak mengungkapkan kapan akan memulai normalisasi neracanya, bahkan tetap membiarkan kesempatan untuk pelonggaran tambahan jika diperlukan,” ujar chief investment officer di U.S. Bank Private Client Group, Bill Northey.

Pergerakan indeks dolar AS semakin tertekan setelah investor mengutarakan kekhawatiran seputar rendahnya Paman Sam yang kemungkinan bisa menahan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan depan. Di samping itu, kegagalan Presiden Donald Trump untuk mereformasi UU Kesehatan makin membuat dolar AS tenggelam.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.323 per dolar AS, melemah 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.320 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,34% dan peso Filipina sebesar 0,21%.

Loading...