Dolar Tertekan Euro, Rupiah Justru Ditutup Melemah Super Tipis

rupiah-melemah.6

Setelah bergerak , akhirnya harus menutup Rabu (13/9) ini di zona merah meski gerak indeks AS tertekan penguatan kinerja euro. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI memungkasi transaksi hari ini dengan pelemahan super tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.201 per dolar AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (12/9) kemarin, rupiah ditutup anjlok di posisi Rp13.200 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi, tren negatif mata uang Garuda berlanjut dengan dibuka melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.215 per dolar AS. Lalu, sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.197 hingga Rp13.216 per dolar AS.

Dari , pergerakan indeks dolar AS sebenarnya berbalik negatif seiring penguatan yang dialami mata uang euro. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau turun 0,104 poin atau 0,11% ke level 91,778 pada pukul 10.03 WIB. Sebelumnya, greenback sempat dibuka naik 0,021 poin atau 0,02% di posisi 91,903 setelah ditutup di level 91,882 pada perdagangan kemarin.

Menurut laporan Reuters, ketika imbal hasil AS bertenor 10 tahun naik sekitar 5 basis poin dalam semalam, imbal hasil sejenisnya di Jerman melonjak hampir 7 basis poin sehingga mencegah dolar AS mengungguli euro. “Dolar AS menunjukkan korelasi terhadap imbal hasil surat utang AS,” ujar analis mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki.

Meski demikian, dolar AS masih perkasa terhadap beberapa mata uang di Asia, terutama yen Jepang, karena adanya petunjuk mengenai pelonggaran kebijakan pajak di Paman Sam. Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, kemarin menjelaskan bahwa reformasi pajak bisa dirampungkan sebelum akhir tahun ini, yang sekaligus memberikan angin segar kepada .

Dari dalam negeri, pemerintah sebenarnya tidak ingin nilai tukar rupiah terlalu perkasa versus greenback. Pasalnya, kurs mata uang Garuda yang terlalu menguat tentu akan berpengaruh pada aktivitas perdagangan domestik. “Kurs rupiah sekarang ini agak sedikit menguat. Kami sebenarnya tidak ingin (rupiah) terlalu kuat,” kata Menteri Koordinator Bidang , Darmin Nasution.

Loading...