Dolar Stabil, Rupiah Terkoreksi Jelang Long Weekend

harus menutup Kamis (30/11) ini di zona merah setelah indeks AS relatif bergerak stabil di teritori hijau. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menyelesaikan transaksi sebelum long weekend dengan pelemahan sebesar 26 poin atau 0,19% ke level Rp13.526 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat 10 poin atau 0,07% di posisi Rp13.500 per dolar AS pada akhir dagang Rabu (30/11) kemarin. Sayangnya, mata uang NKRI berbalik terdepresiasi 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.524 per dolar AS ketika membuka di pagi hari. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak mampu keluar dari zona negatif.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak stabil pada perdagangan hari ini, meski mengalami pelemahan bulanan ketika masih bersikap hati-hati menunggu kemajuan rencana reformasi AS. Mata uang greenback terpantau bergerak di level 93,151 terhadap enam mata uang utama lainnya, namun turun 1,5% untuk bulan November.

Di Benua Biru, mata uang pound sterling melanjutkan tren penguatan seiring optimisme bahwa kesepakatan mengenai Brexit akan tercapai. Mata uang Inggris Raya tersebut terpantau menguat 0,5% menuju level 1,3471 dolar AS, posisi tertinggi sejak 26 September yang sempat menyentuh titik 1,3480 dolar AS. Sepanjang bulan November, pound sterling tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,4%.

“Pound sterling mendapat banyak tawaran (pembelian) dan tampaknya terkait dengan kesepakatan Brexit,” ujar manajer cabang State Street and Trust di Tokyo, Bart Wakabayashi, seperti dilansir Reuters. “Ini akan menjadi berita positif bagi Inggris jika mereka tidak harus membayar lebih dari yang diperkirakan pada awalnya.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan tengah berada di level Rp13.514 per dolar AS, hanya naik tipis 1 poin atau 0,01% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.515 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif terhadap greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,97% dialami won Korea Selatan, sedangkan kenaikan tertinggi sebesar 0,17% menghampiri renminbi China.

Loading...