Dolar Merayap di Zona Merah, Rupiah Ditutup Menguat 0,10%

Gerak dolar AS yang kembali loyo imbas keputusan of Japan yang memangkas Jepang akhirnya mampu dimanfaatkan untuk bergerak menguat pada Rabu (10/1) ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI berhasil menutup transaksi dengan penguatan sebesar 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.425 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah harus berakhir turun 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.438 per dolar AS pada penutupan dagang Selasa (9/1) kemarin. negatif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi, dengan dibuka stagnan di level yang sama. Setelah bergerak , spot akhirnya mampu menyelesaikan transaksi hari ini di teritori positif.

Dari global, indeks dolar AS terpantau merayap di zona merah pada perdagangan Rabu, terutama terhadap yen Jepang, setelah langkah Bank of Japan (BOJ) untuk memangkas pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB) di sesi sebelumnya memicu spekulasi keluarnya bank tersebut dari kebijakan stimulus moneter mereka yang masif di masa mendatang. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,099 poin atau 0,11% ke level 92,429 pada pukul 10.35 WIB.

“Langkah BOJ mengingatkan pedagang bahwa bank-bank sentral bersedia menormalkan kebijakan moneter mereka,” ujar kepala pakar strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto, seperti dilansir Reuters. “Saya pikir penguatan yen yang tidak diinginkan ini akan membuat BOJ lebih berhati-hati dalam melangkah maju, ketika mereka ingin bergerak menuju normalisasi.”

Sebelumnya, laju greenback sempat mengalami penguatan pada tutup dagang Selasa kemarin, yang ditopang oleh imbal hasil Treasury AS yang mencapai level tertingginya dalam sepuluh bulan, yang sebagian terangkat oleh kebijakan BOJ. Imbal hasil Treasury AS mencapai 2,553% di perdagangan Asia, setelah ditutup di level 2,546% pada hari Selasa.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.449 per dolar AS, terdepresiasi 21 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.428 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,34% menghampiri yen Jepang, sedangkan won Korea Selatan memimpin pelemahan sebesar 0,30%.

Loading...