Dolar Melempem, Rupiah Rebound 0,13% di Selasa Pagi

rupiah - kumparan.comrupiah - kumparan.com

Rupiah mampu bangkit ketika membuka perdagangan Selasa (26/6) ini, memanfaatkan pelemahan yang dialami indeks AS. Menurut laporan Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 19 poin atau 0,13% menuju level Rp14.140 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 73 poin atau 0,52% di posisi Rp14.159 per AS pada Senin (25/6) kemarin.

Dari pasar global, indeks dolar AS terpantau mengalami grafik menurun, justru di saat emas bergerak lebih rendah. Mata uang Paman Sam menutup perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa pagi WIB dengan pelemahan sebesar 0,24% menuju level 94,289, ketika emas COMEX untuk kontrak Agustus turun 1,8 dolar AS atau 0,14% ke posisi 1.268,9 dolar AS per ounce.

Sinyal perang dagang yang memanas dinilai menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan . Seperti diketahui, Departemen Keuangan AS dikabarkan sedang menyusun pembatasan yang akan melarang perusahaan dengan setidaknya 25% kepemilikan asal China untuk berinvestasi pada perusahaan asal AS.

“Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap kebijakan yang agresif masih membebani rupiah. Alhasil, perlu bekerja lebih keras lagi untuk menopang rupiah,” ujar analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, seperti dikutip Kontan. “Pekan ini, pasar juga akan fokus pada sejumlah rilis data AS yang baru.”

Hampir senada, analis Valbury Asia Futures, Lukman Leon, menambahkan bahwa faktor antisipasi pasar terhadap data ekonomi Paman Sam membuat dolar AS berpotensi kembali menguat. Pelaku pasar juga masih memantau inflasi Indonesia yang cenderung rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tidak begitu banyak bergerak.

“Ditambah lagi, Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin merilis neraca perdagangan bulan Mei yang masih defisit sebesar 1,52 miliar dolar AS, yang menjadi sentimen negatif untuk rupiah,” kata Lukman. “Meski sentimen eksternal seperti perang dagang bergulir, posisi dolar AS diuntungkan lantaran menjadi aset safe haven bagi investor.”

Loading...