Dolar Melemah Usai Inaugurasi Trump, Rupiah Naik di Awal Pekan

Melemahnya indeks AS usai inaugurasi mampu dimanfaatkan rupiah untuk bergerak menguat pada pembukaan awal pekan (23/1) ini. Seperti diwartakan Bloomberg Index, spot membuka sesi hari ini dengan menguat 27 poin atau 0,2% ke Rp13.383 per AS. Kemudian, pada pukul 08.45 WIB, Garuda kembali melonjak 45 poin atau 0,31% ke Rp13.368 per AS.

Seperti diketahui, indeks dolar AS yang sempat menguat menjelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS, berbalik bergerak setelah pidato dibacakan, seiring dengan penurunan yield US Treasury. Pagi ini, mata uang Paman Sam terlihat 0,19% ke posisi 100,55.

“Meski Trump menekankan pentingnya proteksi dagang untuk AS, namun minimnya elaborasi membuat kredibilitasnya lemah,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Sambil menunggu perkembangan Trump, fokus saat ini mulai beralih ke FOMC meeting di akhir Januari 2017 yang diperkirakan belum akan menaikkan suku bunga acuan.”

Sementara itu, dari dalam negeri, Indonesia memang bisa terkena dampak serius kebijakan proteksi dagang yang diterapkan AS terhadap barang dari China. Namun, indeks dolar AS yang kembali turun bisa mencegah rupiah untuk melemah lebih tajam. “Pasar juga harus mewaspadai aksi demonstrasi FPI yang dijadwalkan hari ini karena bisa kembali mengganggu iklim investasi,” sambung Rangga.

Di sisi lain, Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menambahkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi penilaian akan gejolak terkait situasi pendapatan dari investasi asing langsung dan juga portfolio oleh asing di Indonesia, selain proyeksi kenaikan suku bunga The Fed. “Namun, itu tidak akan membuat kenaikan rupiah kali ini terhenti,” ujar Reza.

Loading...