Dolar Kembali ke Jalur Hijau, Rupiah Terkoreksi di Akhir Pekan

50riburupiah

harus menyudahi akhir pekan (10/11) ini di zona merah setelah indeks dolar AS kembali ke jalur hijau, di tengah spekulasi RUU Paman Sam. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang dalam negeri menutup dengan pelemahan sebesar 27 poin atau 0,20% ke level Rp13.543 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup terdepresiasi tipis 2 poin atau 0,01% di posisi Rp13.516 per dolar AS pada akhir dagang Kamis (9/11) kemarin. Kemudian, tren negatif mata uang Garuda sempat berhenti pagi tadi setelah dibuka menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.511 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.508 hingga Rp13.579 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS kembali bergerak di zona hijau, meski tetap berpotensi mengalami pelemahan secara mingguan imbas kekecewaan atas langkah Senat AS yang akan menunda pemangkasan pajak korporasi. Pada pukul 12.19 WIB, mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,079 poin atau 0,08% ke level 94,523, setelah sebelumnya berakhir turun 0,44% di posisi 94,444.

Senat AS dari Partai Republik mengumumkan proposal pajak yang berbeda dalam beberapa aspek dengan RUU yang diajukan mitra mereka di parlemen. Pihak Senat menginginkan besaran pajak mencapai 12% untuk aset tunai dan likuid, serta 5% untuk aset non-liquid, sedangkan pihak parlemen mengajukan besaran 14% dan 7% untuk masing-masing aset.”November adalah bulan yang berisiko untuk dolar AS,” kata chief foreign-exchange strategist untuk Daiwa Securities, Mitsuo Imaizumi.

Sebelumnya, Research & Analyst Valbury Asia Futures, Lukman Leong, telah memaparkan bahwa koreksi terhadap rupiah pada perdagangan hari ini relatif terbatas karena sejumlah anggota parlemen AS dari Partai Republik mempertimbangkan penundaan setahun sebelum mengimplementasikan kebijakan pemotongan pajak perusahaan. Menurutnya, rupiah akan kembali konsolidasi sembari menanti rilis neraca pembayaran kuartal ketiga 2017.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.514 per dolar AS, alias tidak berubah dari posisi yang sama pada perdagangan sebelumnya. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif versus , dengan penguatan tertinggi sebesar 0,31% dialami ringgit Malaysia, sedangkan pelemahan terdalam menghampiri rupee India yang 0,18%.

Loading...