Dolar Kembali Drop, Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan

smeaker.com

Pergerakan indeks dolar yang melemah di tengah penantian inflasi terbaru Paman Sam membuat mampu melaju di awal dagang Selasa (8/8) ini. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, Garuda membuka transaksi hari ini dengan menguat tipis 1 poin atau 0,01% di level Rp13.320 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.48 WIB, spot kembali naik 2 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.319 per dolar AS..

Dari pasar global, indeks dolar AS kembali bergerak turun pada perdagangan pagi ini. Setelah dibuka pada level 93,416, mata uang mengalami penurunan sebesar 0,025 poin atau 0,03% ke posisi 93,407 pada pukul 07.18 WIB terhadap enam mata uang utama lainnya. Sebelumnya, pada tutup dagang kemarin, dolar AS berakhir terdepresiasi 0,12% ke level 93,432.

Akhir pekan lalu, dolar AS sempat menguat menyusul data ketenagakerjaan yang memperkuat probabilitas terjadinya pengetatan kebijakan moneter serta peningkatan acuan lanjutan oleh Federal Reserve. Namun, imbal hasil AS terpantau datar cenderung melemah pada Senin (7/8) kemarin menyusul data non-farm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan.

“Sebagian besar, dolar AS menahan level penguatan pada hari Jumat (4/8) pekan lalu,” kata managing director analis valuta asing BK Asset Management,” Kathy Lien. “Satu-satunya yang menahan dolar AS untuk bergerak menguat lebih lanjut adalah imbal hasil obligasi.”

Meski indeks dolar AS cenderung bergerak melemah, namun rupiah diperkirakan masih rentan mengalami koreksi karena minimnya sentimen pendukung, terutama data pertumbuhan dalam negeri yang datar. Seperti diketahui, pada awal pekan kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan kuartal II 2017 sebesar 5,01%, sama seperti kuartal sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di luar perkiraan pasar (5,05% sampai 5,1%) membuat laju mata uang rupiah tertahan terhadap dolar AS,” kata Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Di samping itu, faktor lainnya yang bisa menekan pergerakan rupiah adalah harga minyak mentah dunia yang kembali anjlok.”

Loading...