Dolar Bergerak Stagnan, Rupiah Ditutup Naik 30 Poin

Indeks dolar AS yang bergerak cenderung stagnan mampu dimanfaatkan untuk bangkit sepanjang perdagangan awal pekan (24/10) ini. Menurut laporan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang menutup sesi dagang hari ini dengan penguatan sebesar 30 poin atau 0,23% ke level Rp13.012 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.046 per dolar AS. Namun, jeda siang, mata uang Garuda bangkit dengan menguat 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.041 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.30 WIB, spot makin perkasa dengan naik 33 poin atau 0,25% ke posisi Rp13.009 per dolar AS.

Penguatan rupiah ini salah satunya dipicu pergerakan indeks dolar AS yang terpantau stagnan di level 98,69 hingga Senin siang. Padahal, sebelumnya, the greenback mampu bergerak menguat dan mendekati posisi tertinggi dalam sembilan bulan terakhir usai menerima dorongan di tengah pelemahan imbas rencana European Central Bank () terkait pelonggaran moneter.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menyebutkan bahwa sentimen yang cenderung belum stabil memang bisa menimbulkan efek negatif terhadap rupiah. “Padahal, sentimen dari dalam negeri masih akan meminta mata uang Garuda yang lebih kuat,” katanya.

Dijelaskan Rangga, salah satu sentimen penyokong dari dalam negeri adalah pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. “Selain itu, naiknya harga sejumlah komoditas pangan akibat cuaca telah menaikkan ekspektasi inflasi yang akan dirilis awal bulan depan,” sambung Rangga.

Loading...