Dolar AS Turun Usai Rilis FOMC Minutes, Ruang Penguatan Rupiah Terbuka

Ruang penguatan rupiah pada perdagangan Kamis (7/4) ini terbuka lebar. Ini setelah indeks dolar AS bergerak turun usai rilis notulensi minutes dan kembali naiknya minyak dunia.

Menurut laporan Bloomberg Index, hari ini rupiah dibuka menguat 51 poin atau 0,39% ke Rp13.187 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terapresiasi 35 poin atau 0,36% ke Rp13.204 per dolar AS pada pukul 08.26 WIB. Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau melemah 0,06% ke 94,37.

Indeks dolar AS melemah setelah dini hari tadi , , merilis notulensi dari pertemuan terakhir. FOMC minutes menunjukkan kekhawatiran pembuat kebijakan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia yang bisa mengurangi rencana dan menahan AS.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, memaparkan bahwa tren indeks dolar AS akan dikonfirmasi oleh notulensi FOMC. “Jika kembali dovish, pelemahan dolar AS dipastikan semakin drastis,” tutur Rangga.

Pada saat yang sama, rilis data persediaan minyak AS yang turun berhasil mendorong harga minyak Brent untuk naik 4%. “Cadangan devisa yang diumumkan hari ini juga diperkirakan naik sehingga berpeluang menambah sentimen penguatan terhadap rupiah,” sambung Rangga.

“Pagi ini ditunggu angka cadangan devisa Tiongkok yang diprediksi turun tipis,” lanjutnya. “Dolar AS juga diperkirakan lemah di hari ini.”

Pada perdagangan Rabu (6/4), rupiah ditutup melemah 16 poin atau 0,12% ke Rp13.238 per dolar AS. Selama perdagangan kemarin, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp13.178 hingga Rp13.253 per dolar AS.

Loading...