Dolar AS Rebound, Rupiah Melemah 8 Poin di Awal Perdagangan

Jakarta dibuka sebesar 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp 13.307 per AS pada awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (24/5). Kemarin, Selasa (23/5) Garuda berakhir menguat tipis 0,02 persen atau 3 poin ke posisi Rp 13.299 per AS usai diperdagangkan antara Rp 13.285 hingga Rp 13.310 per AS.

Sementara itu pergerakan dolar AS berbalik naik atau rebound terhadap sejumlah mata uang utama pada Selasa (Rabu pagi WIB). Indeks dolar AS terpantau naik 0,35 persen menjadi 97,326 di akhir perdagangan Rabu pagi WIB. Penguatan dolar AS ini terjadi lantaran para investor tengah mencerna berbagai yang bervariasi.

Indeks output PMI gabungan pendahuluan Amerika Serikat dari HIS Markit secara musiman mencapai angka 53,9 pada Mei, lebih tinggi dari perkiraan dan memperlihatkan kenaikan yang cukup signifikan dalam output sektor swasta AS sejak bulan Februari lalu.

Sedangkan pada Selasa (23/5) kemarin Departemen Perdagangan AS juga melaporkan rumah baru keluarga tunggal AS pada April 2017 ada di angka tahunan 569.000, lebih rendah dari harapan pasar. Perolehan tersebut berkisar 11,4 persen di bawat tingkat yang direvisi bulan Maret 642.000, tetapi 0,5 persen lebih tinggi dari perkiraan April 2016 sebesar 566.000.

Dari dalam negeri, rupiah tampaknya tak mampu mempertahankan momentum penguatan dari akhir perdagangan kemarin. Antusiasme lelang surat utang (SUN) yang tinggi gagal memberi suntikan tenaga pada laju rupiah dalam perdagangan hari ini.

Sebelumnya dilaporkan bahwa penawaran lelang SUN pada Selasa (23/5) kemarin mencapai Rp 43,87 triliun walaupun penyerapannya cuma Rp 14 triliun. Akan tetapi angka tersebut meningkat dari lelang sebelumnya yang hanya Rp 24,19 triliun. “Peningkatan peringkat utang Indonesia dari S&P memang masih memberi rangsangan terhadap laju rupiah, namun lelang SUN juga menjadi katalis positif bagi rupiah,” kata Josua Pardede, Ekonom PT Permata.

Loading...