Dolar AS Rebound, Kurs Rupiah Turun 42 Poin ke Level Rp 13.243/USD

rupiah-melemah.7

Jakarta mata uang Garuda di awal pagi hari ini, Kamis (14/9) dibuka 42 poin atau 0,32 persen ke posisi Rp 13.243 per dolar AS. Sebelumnya rupiah berakhir tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.201 per dolar As usai diperdagangkan antara rentang angka Rp 13.197 hingga Rp 13.216 per dolar AS sepanjang kemarin, Rabu (13/9).

Sementara itu, kurs dolar AS terpantau terus merangkak naik hingga 0,62 persen menjadi 92,543 di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB di tengah aksi para pelaku yang kini sedang mencermati indeks Amerika Serikat terbaru.

Pada Rabu (13/9), Departemen AS melaporkan Indeks Harga Produsen yang disesuaikan secara musiman untuk akhir naik 0,2 persen pada Agustus 2017. Indeks untuk akhir belum termasuk dengan makanan, energi, dan -jasa perdagangan yang dilaporkan naik 0,2 persen pada Agustus 2017, usai tak mengalami perubahan pada Juli 2017.

Kemudian, harga untuk permintaan akhir tidak termasuk makanan, energi, dan jasa-jasa perdagangan selama 12 bulan yang berakhir pada Agustus 2017 dilaporkan naik 1,9 persen. Para investor kini tengah menantikan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang dirilis pada Kamis. Data tersebut menjadi salah satu faktor penentu keputusan para pejabat terkait kebijakan moneter di AS.

Sedangkan dari dalam negeri masih belum ada sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Beberapa analis berpendapat jika pelemahan rupiah hanya disebabkan oleh koreksi teknikal. “Saya kira ini karena teknikal biasa saja, karena dua hari lalu, semua mata uang Asia menguat terhadap dollar AS. Hingga hari ini, pergerakan rupiah masih terbawa saja dengan imbas penguatan kemarin,” kata Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas, seperti dilansir Kontan.

Lebih lanjut Lana memperkirakan jika hari rupiah akan terpengaruh oleh sentimen pelaku pasar yang menunggu data inflasi AS. “Karena ini kunci bagi The Fed untuk jadi menaikkan suku bunga atau tidak. Jika angka inflasi masih bergerak stabil dan tidak naik signifikan, maka besar kemungkinan The Fed belum jadi menaikkan suku bunga acuan pada September ini. Tentu ini menguntungkan rupiah,” tandasnya.

Loading...