Dolar Alami Koreksi, Harga Emas Kembali Berkilau

harga-emas.1

Setelah terkoreksi cukup tajam selama tiga minggu, kembali memantul dipicu pelemahan indeks AS. Meski demikian, komoditas tersebut masih belum terlepas dari tekanan hingga akhir tahun imbas proyeksi kenaikan pada bulan Desember mendatang.

Pada perdagangan Selasa (29/11) ini, harga emas dibuka 2,40 poin atau 0,20 persen ke level 1.193,20 dolar AS per troy ounce. Sebelumnya, harga emas untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,05 persen menjadi 1.190,80 dolar AS per troy ounce di divisi New York Mercantile Exchange. Adapun untuk hari ini, harga emas diperkirakan berkisar 1.189,90 hingga 1.194,80 dolar AS per troy ounce.

Sebelumnya, pada pekan lalu, harga emas jatuh ke level terendah sejak Februari karena terbebani laju dolar AS dan euforia kebangkitan yang telah melemahkan daya tarik logam mulia ini. “Dolar kini melemah dan sudah cukup bagi orang untuk melompat dan mencari beberapa penawaran,” kata Direktur Perdagangan Global di Kitco Metals, Peter Hug.

Meski demikian, harga emas kemungkinan harus mengalah seiring harapan kenaikan suku bunga acuan AS pada Desember mendatang. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 adalah 98 persen pada pertemuan Desember dan 99 persen untuk pertemuan Februari.

“Namun, harga emas bisa mendapatkan dorongan usai pertemuan The Fed,” tulis Deutsche Bank. “Sejarah mencatat, emas dapat reli setelah The Fed menaikkan suku bunga. Sejak tahun 1976, dalam lima kasus dari delapan, harga emas reli usai suku bunga The Fed naik.”

Sementara itu, dari dalam negeri, harga jual emas batangan ritel dan buyback di Jakarta naik Rp1.000 per gram pada perdagangan hari ini berdasarkan acuan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Harga jual emas batangan dipatok pada level Rp551.600-Rp591.000 per gram, sedangkan harga buyback berada di posisi Rp515.000 per gram.

Loading...