Dolar Abaikan Uji Coba Rudal Korut, Rupiah Berakhir Melemah

rupiah melemah

Pergerakan indeks yang stabil meski ada kabar Utara sedang melakukan uji coba rudal membuat tidak mampu berbuat banyak untuk merangkak ke zona hijau. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup Senin (29/5) ini dengan pelemahan sebesar 26 poin atau 0,20% ke level Rp13.320 per AS.

Rupiah sudah bergerak negatif sejak awal dengan dibuka turun 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.305 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.312 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.08 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah 22 poin atau 0,17% ke posisi Rp13.316 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS bergerak stabil di tengah laporan yang menyebutkan Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal. Setelah dibuka melemah tipis 0,009 poin atau 0,01% ke posisi 97,433, mata uang Paman Sam berbalik menguat 0,042 poin atau 0,04% ke level 97,484 pada pukul 09.40 WIB. Di akhir pekan kemarin, greenback ditutup naik 0,20% ke posisi 97,442.

Diberitakan Reuters, Korea Utara menembakkan rudal balistik dini hari tadi yang mendarat di laut lepas pantai timurnya. Uji coba terbaru ini terkesan menantang tekanan dunia dan ancaman sanksi. “Pasar saat ini menjadi terbiasa dengan berita tentang uji coba rudal Korea Utara, dan dolar terhadap yen tidak mungkin bergerak banyak kecuali ada beberapa eskalasi lebih lanjut dari situasi ini,” kata analis pasar FX di Sony Financial Holdings, Kumiko Ishikawa.

Pasar AS sendiri pada hari ini sedang ditiadakan karena Memorial Day, sehingga mata uang utama lainnya cenderung tidak banyak bergerak untuk mengambil posisi baru. Di sisi lain, berlanjutnya gejolak politik di Washington juga membuat investor berhati-hati. Presiden AS, Donald Trump, kembali ke Gedung Putih setelah melakukan sembilan hari ke Timur Tengah dan Eropa.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.312 per dolar AS, melemah 17 poin atau 0,12% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.295 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam dialami dolar Taiwan sebesar 0,22% dan rupee India sebesar 0,19%.

Loading...