Doa untuk Keselamatan Bayi, Berapa Biaya 7 Bulanan Adat Jawa?

Adat Jawa 7 Bulanan - www.hipwee.comAdat Jawa 7 Bulanan - www.hipwee.com

Ketika seorang wanita memasuki bulan ketujuh, di lingkup biasanya akan diadakan acara 7 atau ‘mitoni’. Pasalnya, pada usia ini, masyarakat percaya bahwa janin yang berada di dalam kandungan sudah memiliki bentuk yang hampir sempurna, dan upacara tersebut bertujuan untuk mengantarkan doa demi keselamatan dan kebaikan jabang bayi. Untuk mengadakan upacara ini, biayanya bisa mencapai belasan juta .

“Untuk acara siraman, biasanya ada beberapa bridal yang mau menyewakan 7 bulanan dan umumnya secara , mulai gentong, gayung, bunga, dan kursi, dengan bujet sekitar Rp1,5 juta,” tulis Caroline Adenan dalam milik Sarihusada. “Sementara, untuk belah kelapa, hanya butuh dua kelapa dan juga golok. Biayanya sekitar Rp50 ribu.”

Sementara, untuk tumpeng, Caroline menambahkan bahwa biayanya bervariasi. Jika dibuat sendiri atau meminta pertolongan kerabat, biayanya cukup murah, sekitar Rp250 ribu. Nah, untuk bekal tamu pengajian, jika Anda mengundang sekitar 20 orang, bisa memesan paket nasi seharga Rp25 ribu atau kurang. “Kalau ditotal, jumlah rata-rata untuk acara 7 bulanan adat Jawa memakan biaya Rp3 juta sampai Rp5 juta, bahkan ada yang sampai Rp15 juta,” sambungnya.

Acara tujuh bulanan menurut adat Jawa biasanya dimulai dengan prosesi siraman yang dilakukan oleh tujuh kerabat terdekat dengan tujuan memohon keselamatan bagi si jabang bayi. Siraman ini biasanya dilakukan di sebuah setting bernama ‘krobongan’ atau bisa juga di kamar mandi. Kemudian, acara mitoni dilanjutkan dengan prosesi ‘brojolan’ agar si bayi lahir dengan selamat.

Setelah selesai melakukan prosesi ‘brojolan’, acara tujuh bulanan dilanjutkan dengan ‘angreman’, yaitu si ibu yang dituntun ke ruang lain untuk berganti baju dengan tujuh macam jarik, dan biasanya disertai dengan si ibu disuapi oleh si ayah dengan nasi tumpeng dan bubur merah putih. Prosesi selanjutnya adalah memecah kelapa untuk mengharapkan jenis kelamin bayi, dan kemudian ditutup dengan prosesi ‘dodol rujak’ agar anak mumpuni secara finansial.

Loading...