Divine Kretek, Solusi Wacana Kenaikan Harga Rokok?

divine kretek herbal kemasan

Efek negatif yang banyak ditimbulkan rokok terhadap membuat wacana kenaikan rokok menjadi topik hangat akhir-akhir ini. Namun sebenarnya, beberapa tahun lalu, ada penemuan dari Dr. Gretha Zahar, seorang ahli radiasi dari Padjadjaran , yaitu divine kretek, yang menjadi pelopor dalam keberadaan rokok itu sehat.

Divine kretek merupakan sebuah filter rokok yang memiliki sebuah untuk menghilangkan radikal bebas dari asap rokok. Selain itu, tersebut memodifikasi makro molekul yang terkandung dalam asap rokok lewat sentuhan dengan ukuran yang lebih kecil. Jadi pada dasarnya, divine kretek merupakan peluruh radikal bebas.

Penemuan Dr. Gretha Zahar ini kemudian dikembangkan oleh Prof. Sutiman Bambang Sumitro, ahli Biologi dari Universitas Brawijaya, Malang. Pasien kanker yang sembuh karena medium kretek sehat ini salah satunya istri Prof. Sutiman. Divine kretek diklaim sehat karena berisi protein, asam amino, dan banyak zat bagus lainnya. Asam amino sendiri berfungsi mengganti sel-sel tubuh yang mati.

Dalam peluncuran buku “Divine Kretek, Rokok Sehat” pada tahun 2012 lalu, mantan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, sempat mengatakan bahwa sekarang rokok kretek dapat ditransformasikan menjadi rokok sehat dan tidak lagi membahayakan kesehatan. “Rokok kretek, juga rokok lainnya, selama ini mendapat stigma negatif sebagai penyebab dan kematian,” katanya.

“Untuk menghindari kesan buruk itu, para ahli kesehatan di seharusnya lebih menyelidiki kebenaran dari dan produk rokok kretek di ,” sambung Fahmi. “Padahal, kampanye besar-besaran bahaya rokok kretek justru datang dari pihak luar negeri yang selama berabad-abad telah mengisap kekayaan alam .”

Memang, banyak rokok besar di Indonesia yang saat ini sudah dikuasai asing. Djie Sam Soe telah dikuasai Phillip Morris, sedangkan Bentoel diakuisisi BAT. Industri kretek yang masih ada di tangan Indonesia adalah Djarum, Gudang Guram, Djeruk dari daerah Kudus, dan juga Wismilak.

Loading...