Diklaim Mudah Larut Dalam Air, Harga Kisaran So Klin Liquid Per Sachet Rp 2.400

So Klin Liquid - (Sumber: klikindomaret.com)

Puluhan tahun sudah So Klin hadir dengan produknya yang ditujukan khususnya untuk . Hal itu brand tersebut mengembangkan bisnisnya. Di Indonesia, diperkirakan pertumbuhan produksi detergen bubuk per tahun mencapai 7,40%, sedangkan detergen cair rata-rata mencapai 40,78%.

“Seiring dengan komitmen Wings untuk selalu memenuhi perkembangan kebutuhan yang menginginkan semua serba cepat dan praktis, maka So Klin menghadirkan unggulan berkualitas yaitu So Klin Liquid. Performance deterjen liquid lebih mudah larut dalam air dan mampu menyerap hingga serat terdalam. Selain itu lebih lembut di tangan, dan mudah dibilas. unggulan kami lainnya yaitu So Klin Bio-Matic yang ramah , dan So Klin Softergent yang menggabungkan deterjen dan pelembut wangi segar. Saat ini ketiganya sudah sangat banyak digunakan,” lanjut Aristo Kristandyo , Group Head of Marketing Communications PT Sayap Mas Utama.

Di Indomaret ataupun Alfamart, produk So Klin Liquid bisa ditemukan. Untuk produk ukuran 800ml nya dijual seharga Rp 16.800. Kedua tempat tersebut mungkin saja tidak menjual produk dalam bentuk sachet. Anda dapat membelinya di toko-toko lain. Biasanya dijual dengan Rp 2.400 per sachet, tergantung tempat di mana Anda membelinya.

So Klin sendiri kini hadir di Indonesia sebagai deterjen yang memiliki 3 fungsi penting dalam tiap perkembangan produk So Klin yaitu membersihkan pakaian dari kotoran, menjaga serat pakaian hingga serat terdalam dan menjaga warna pakaian tetap cerah.

Sementara itu di lain kesempatan, Product Manager So Klin Fabric, Joanna Elizabeth Samuel mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sebagian besar masih mencuci menggunakan tangan.

Bahkan apabila di pedesaan atau rural area hampir dipastikan masih mencuci dengan tangan. Namun, di wilayah sub urban, porsi mencuci dengan tangan dan mesin menjadi 50:50. Sedangkan di perkotaan lebih banyak menggunakan mesin. Namun, banyak pula yang mencuci dengan tangan karena menggunakan pembantu.

“Jika dilihat secara total diperkirakan orang Indonesia 70 persennya mencuci masih dengan tangan,” ungkap Joanna.

Dengan masih tingginya kebiasaan mencuci dengan tangan tersebut, Joanna mengatakan bahwa hal tersebut juga mempengaruhi perilaku mencuci dari masyarakat Indonesia dalam memilih detergen.

Salah satunya adalah masih tingginya penggunaan detergen bubuk di tengah masyarakat dibandingkan dengan bentuk cair atau liquid. Perbandingannya bahkan mencapai 9:1. Padahal, di negara maju penggunaan antara detergen bubuk dengan cair malah terbalik atau lebih banyak yang menggunakan bentuk cair.

Joanna menyebutkan beberapa dari detergen cair adalah lebih mudah larut dalam air dan mampu menyerap hingga serat terdalam. “Selain itu lebih lembut di tangan dan mudah dibilas sehingga tidak membuang banyak air. Terlebih, detergen likuid juga mengandung anti bakteri sehingga aman untuk anak dan tidak menimbulkan bau tak sedap walau direndam lama,” ujarnya.

Loading...