Diklaim Kurangi Risiko Penyebaran Penyakit Kelamin, Berikut Metode Perawatan Setelah Sunat Laser

Sunat Laser - (Sumber: beritahati.com)

Sunat atau khitan adalah suatu pelepasan kulup, yakni bagian kulit yang menyelubungi ujung vital pria. Hingga saat ini terdapat beberapa sunat yang umum dilakukan, baik itu tradisional hingga seperti dorsumsisi (mengiris kulup secara melingkar dengan menggunakan pisau bedah), metode laser (memotong kulup dengan elemen panas dari kawat atau logam berlistrik), dan klem.

Dari sisi , ada banyak manfaat yang bisa didapatkan orang yang menjalani proses sunat. “Dari informasi yang saya peroleh, sunat terbukti memangkas risiko penularan HIV/AIDS hingga 50%, menurunkan risiko kanker penis serta mereduksi risiko kanker prostat. Tak hanya itu, bagi Anda yang sudah berpasangan, jika Anda sudah sunat, maka Anda berarti turut berperan meminimalisir risiko kanker serviks pada pasangan Anda. Sunat juga bermanfaat untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit kelamin,” ujar Muhammad Zaeim, dari Rumah Sunatan, dilansir melalui Uzone.

Meski demikian, pria yang sudah menjalani sunat harus tetap melakukan hubungan seksual yang sehat dan aman. Selain itu alat vital yang disunat lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak disunat.

Pada dasarnya, tidak peduli teknik apapun yang digunakan, baik laser atau dengan metode yang lain. Setelah sunat, umumnya alat vital akan berwarna kemerahan dan membengkak. Nyeri pasca sunat juga akan mulai terasa ketika pengaruh obat bius secara berangsur menghilang.

Namun tidak perlu khawatir mengenai hal ini, karena dokter pastinya akan meresepkan obat antibiotik dan antinyeri guna menanggulanginya. Gunakan obat sesuai petunjuk dokter dan kontrol di waktu yang ditetapkan dirasa dapat untuk menghindari terjadinya komplikasi setelah sunat, misalnya , perdarahan, ataupun alergi obat.

Apabila sunat selesai dilakukan, Anda harus menghindari melakukan kegiatan berat seperti latihan beban, diving, jogging, dan lain-lain. Ada beberapa hal yang harus dan dianjurkan untuk diperhatikan oleh orang yang baru dikhitan agar luka menjadi cepat sembuh. Pemulihan setelah sirkumsisi akan lebih nyaman jika pasien tidak mengenakan celana dalam dan menggunakan celana yang longgar atau sarung. Anda juga dapat menggunakan petroleum jelly pada ujung penis setelah sirkumsisi untuk mencegah penis menempel di celana.

Pasien juga harus rutin kontrol ke dokter untuk merawat luka.Tetap pastikan kebersihan alat kelamin terjaga untuk menghindari infeksi. Pasien boleh mandi setelah diperbolehkan dokter, namun hindari mandi berendam. Pasien juga bisa mengonsumsi obat-obatan pereda rasa untuk mengurangi nyeri. Namun pastikan -anak di bawah 16 tahun mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen, dan aspirin dilarang untuk diberikan pada mereka. Pemberian antibiotik jika diperlukan.

Hingga rasa nyeri mereda, anak yang telah disunat tidak dianjurkan mengendarai sepeda atau mainan serupa. Pria dewasa yang melakukan sunat tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual hingga luka sepenuhnya sembuh. Biasanya lama penyembuhan memakan waktu sekitar 4 – 6 minggu.

Dan selama di rumah, berikut beberapa setelah sunat laser:

  • Gunakan celana yang longgar atau sarung.
  • Jaga kebersihan area kelamin dengan membersihkan ujung alat vital setiap kali buang air kecil dengan air (hindari penggunaan produk pembersih/ sabun berbahan kimia)
  • Ganti perban secara rutin setiap hari atau sesuai anjuran yang ditetapkan oleh dokter
  • Konsumsi obat pereda nyeri atau obat pengering sesuai dengan resep dokter.
  • Hindari aktivitas berat, seperti bersepeda atau mainan serupa.
  • Khusus bagi pria dewasa, hindari melakukan aktivitas seksual hingga luka sembuh.

Setelah sunat, umumnya penis akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka sunat pada bayi memerlukan waktu sekitar 10 hari untuk sembuh. Sedangkan luka pada anak-anak dan pria dewasa, memerlukan sekitar sebulan untuk sembuh.

 

Loading...