Dijual Dengan Harga Mulai Rp 25.000, Buku Tulis SIDU Tersedia Dalam Pilihan Isi 38 dan 58 Lembar

Buku Tulis SIDU - (Sumber: tokopedia.com)

Sebagai salah satu pokok , mulai dari tingkat Dasar (SD), Menengah Pertama (SMP), dan Menengah Atas (SMA), tulis biasa digunakan untuk mengerjakan tugas rumah, atau sebagai catatan pada saat berlangsung.

Ada beberapa merek buku tulis di pasaran, salah satu yang populer adalah Sinar (SIDU). Buku tulis yang bisa dipilih antara lain berisi 38 atau 58 lembar. Di tahun ini, jual buku tulis tersebut bisa saja berbeda di tiap tempat, berbeda di tiap penjual buku.

“Buku merek Sidu yang isi 38 lembar untuk satu lusin saya jual Rp 25 ribu dan jenis BMB isi 36 lembar saya jual 30 ribu karena bukunya lebih panjang,” kata Juairiah, penjual buku dan peralatan sekolah.

Menjelang tahun ajaran baru, biasanya beberapa tempat mengadakan promo atau memberi harga diskon, contohnya, Carrefour. “Manfaatkan gratis lunchbox untuk setiap 2 pak buku tulis + 1 buku gambar dari Sidu dan Big Boss,” ujar Satria Hamid selaku Corporate Communication General Manager PT Trans Retail .

Ada juga penawaran dari Sidu Writing Book 58sh 10pcs yang turun harga dari Rp 49.900/pak menjadi Rp 34.900/pak. Sementara untuk Big Boss Writing Book Boxy 42sh 6pc dengan harga Rp 29.900/pak dari harga normal Rp 35.900/pak. Kiky Buku Tulis Boxy 40 lembar 10 pcs juga ditawarkan dengan harga Rp 59.900/pak dari harga normal Rp 81.900/pak.

Sinar Dunia (SIDU) sebagai produk buku tulis unggulan dari Asia Pulp & Paper (APP) SInar Mas, produsen kertas Indonesia tersebut sempat mengadakan SiDU Fun Walk & Write dengan mengajak lebih dari 300 peserta yang terdiri dari pelajar SD, karyawan APP serta anggota keluarga. Acara tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kegemaran menulis di kalangan anak Indonesia.

“Melalui program ‘Ayo Menulis’, SiDU ingin menjadi mitra para orang tua dalam memberikan dukungan untuk mengembangkan kebiasaan menulis pada anak-anak. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen SiDU untuk membantu orang tua dalam menghadapi era digital saat ini dan juga merupakan langkah nyata kami untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak Indonesia,” ujar Sovan K. Ganguly, Asia Pulp and Paper Consumer Business Unit Head.

Menulis dipercaya dapat memperkaya kosakata, sehingga anak-anak dapat dengan mudah mengekspresikan pikiran dan perasaannya.

Hal tersebut telah dirasakan oleh penulis Fitriah Dwiastuti atau yang lebih akrab disapa Pipit Dwia. “Kebiasaan menulis dari kecil telah menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas saya, sehingga saat ini saya telah berhasil menulis novel, skrip film atau serial TV serta beberapa buku coffee table. Hal ini dapat terwujud karena minat menulis yang selalu saya kembangkan dari dulu,” jelas Pipit.

SiDU mengklaim untuk terus berkomitmen membantu menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik, dengan membantu anak Indonesia untuk menuangkan dan mengembangkan kreativitasnya melalui kebiasaan menulis.

 

Loading...