Dibuka Rebound, Rupiah Masih Rentan Melemah Imbas Minimnya Katalis Positif

Meski mampu rebound dalam sesi pembukaan perdagangan Rabu (23/3), namun sepanjang hari ini diramal masih akan melanjutkan tren pelemahan. Masih minimnya katalis positif dari dalam negeri dan imbas penurunan sejumlah komoditas seiring kenaikan laju memberikan sentimen negatif pada laju rupiah.

Menurut laporan Bloomberg Index, hari ini rupiah dibuka menguat 17 poin atau 0,13% ke Rp13.167 per AS. Kemudian, pada pukul 08.37 WIB, Garuda kembali terapresiasi 16 poin atau 0,12% ke Rp13.168 per AS. Di sisi lain, indeks AS juga terpantau menguat tipis 0,01% ke level 95,66 setelah sempat di awal perdagangan.

“Masih berlanjutnya penguatan nilai dolar AS seiring melemahnya sejumlah pasar komoditas dapat berimbas pada laju rupiah, sehingga mengurangi daya dorong untuk rebound,” papar Kepala Riset PT NH Securities , Reza Priyambada. “Di sisi lain, terjadinya peristiwa pengeboman di Brussels membuat aset-aset berisiko tertekan dan terjadi aksi jual. Pelaku pasar pun beralih ke aset yang dinilai aman, yaitu dolar AS.”

Efeknya, lanjut Reza, dolar AS akan kembali melanjutkan penguatan dan berimbas pada laju rupiah. “Rupiah hari ini akan bergerak di level support Rp13.172 per dolar AS serta resisten Rp13.154 per dolar AS,” sambungnya.

Sementara, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menilai peluang pelemahan rupiah dalam jangka pendek masih tersisa, meski ruang penguatan ke depan masih ada. “Sentimen domestik belum ada yang krusial di minggu ini, selain tambahan sentimen negatif dari mogoknya angkutan yang berakhir rusuh kemarin,” jelas Rangga.

Pada perdagangan Selasa (22/3) kemarin, rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,24% ke Rp13.184 per dolar AS. Pelemahan rupiah juga dibarengi dengan melemahnya sejumlah mata uang ASEAN seperti bath Thailand (-0,01%) dan (-0,13%).

Loading...