Dibuka Naik Tipis 2 Poin, Ruang Penguatan Rupiah Cenderung Terbatas

pada Selasa (19/7) ini diramal masih akan bergerak meski ruang penguatan cenderung terbatas. ekonomi domestik yang mengilap, seperti dan neraca perdagangan yang melambung, masih membayangi laju mata uang Garuda.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan tipis 2 poin atau 0,02% di posisi Rp13.085 per AS. Kemudian, pada pukul 08.18 WIB, mata uang Garuda kembali 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.075 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS juga terpantau menguat 0,021 poin atau 0,02% ke posisi 96,583 pada pukul 07.03 WIB.

“Rupiah masih akan menikmati sentimen positif meski ruang penguatan sangat terbatas,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Selain itu, fokus juga tertuju pada rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada minggu ini yang diperkirakan kembali memangkas BI rate 25 bps.”

Senada, Analis Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengatakan bahwa cadangan devisa Indonesia Juni 2016 yang melambung ke posisi 109,8 miliar dolar AS dan neraca perdagangan di bulan yang sama yang naik 900,2 juta dolar AS masih menjadi penyokong rupiah. “Belum lagi harapan akan besarnya dana serapan dari UU ,” kata Reny.

Sedikit berbeda, Research dan Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, mengingatkan bahwa potensi pelemahan mata uang Garuda pada perdagangan hari ini terbuka usai bergerak sideways dalam beberapa hari terakhir. “Data ekonomi domestik seperti rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis (21/7) lusa dinilai tak akan berpengaruh signifikan,” katanya.

Putu pun menduga rupiah hari ini bergerak di rentang Rp13.030 hingga Rp13.150 per dolar AS. Sementara itu, Reny memperkirakan mata uang Garuda akan berada di kisaran Rp13.060 hingga Rp13.145 per dolar AS.

Loading...