Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Nantikan Arah Kebijakan BI

Jakarta – Rupiah masih berpotensi untuk walau geraknya cenderung terbatas. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, hari ini, Rabu (21/9) rupiah dibuka 0,08% atau 10 poin ke level Rp 13.135 per AS.

Kepala NH Securities mengatakan jika perhatian para pelaku pasar masih terfokus pada meeting dan meeting. “Pelaku pasar sendiri memperkirakan, The Fed belum akan menaikkan suku bunga AS di bulan ini seiring masih belum kuatnya data-data AS,” ujar Reza, Rabu (21/9).

Bank of Japan sendiri akan segera menentukan arah kebijakan moneter pada hari ini. Bank sentral Jepang kemungkinan akan menambah stimulus, terutama karena Jepang saat ini masih tergolong lemah.

“Hal tersebut dapat mendorong investor beralih ke aset berisiko, termasuk rupiah, ujar ekonom Bank Central Asia, David Sumual.

Sedangkan dari dalam negeri, para investor juga tengah menunggu arah kebijakan Bank Indonesia. BI bakal mengadakan Rapat Dewan (RDG) pada 21-22 September 2016.

Rupiah cenderung mengalami penguatan dalam perdagangan kemarin karena didorong oleh pesimisme pasar terkait kemungkinan kenaikan suku bunga AS. Sedangkan dari faktor , penguatan rupiah juga didukung oleh peningkatan penyerapan dana pengampunan pajak (tax amnesty).

Loading...