Dibuka Menguat, Sentimen Negatif Masih Incar Rupiah

Rupiah menguat ketika membuka perdagangan awal pekan (19/10) ini - market.bisnis.com

JAKARTA – mampu rebound ketika membuka awal pekan (19/10) ini. Menurut catatan Index, Garuda mengawali transaksi dengan 27,5 poin atau 0,19% ke level Rp14.670 per dolar AS. Sebelumnya, spot harus berakhir terdepresiasi tipis 7,5 poin atau 0,05% di posisi Rp14.697,5 per dolar AS pada Jumat (16/10) sore kemarin.

Mengenai pelemahan akhir pekan kemarin, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa yang ricuh sempat memberikan sentimen negatif terhadap rupiah. Sebaliknya, jika demo terkendali, maka tidak berpengaruh negatif ke mata Garuda. “ masih mewaspadai aksi yang masih berlangsung ini dan kelanjutan penolakan Omnibus Law,” katanya seperti dilansir Bisnis.

Sementara, dari sisi eksternal, Ariston melanjutkan bahwa isu paket stimulus AS juga memberi tekanan dan sentimen ke rupiah sepanjang pekan kemarin. Pembicaraan sempat diharapkan akan menemui kesepakatan yang mendorong pelemahan dolar AS dan penguatan nilai tukar berisiko, termasuk rupiah. “Pekan ini, dengan kedua isu tersebut, rupiah mungkin masih akan bergerak di kisaran Rp14.600 hingga Rp14.850 per dolar AS,” sambung Ariston.

Hampir senada, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, memprediksi bahwa mata uang domestik masih akan bergerak turun pada awal pekan ini, walau mungkin pelemahan tidak terlalu dalam. Dari sisi eksternal, pergerakan rupiah dipengaruhi penawaran , , dengan menaikkan nilai paket stimulus menjadi 1,8 triliun dolar AS. Namun, tawaran Trump ditolak oleh Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, yang khawatir Partai Republik tidak akan menyetujui kenaikan harga.

Pendapat yang sama dituliskan CBNC . Menurut catatan media tersebut, rupiah pada hari ini kemungkinan akan melanjutkan pelemahan di pasar spot. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi  mata uang Garuda sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market. Pasar NDF sendiri seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot, dan karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...