Dibuka Menguat 25 Poin, Rupiah Berpotensi Balas Dolar

Rupiah - www.savemoneychanger.comRupiah - www.savemoneychanger.com

JAKARTA – Setelah terpeleset di awal pekan, agaknya berpotensi membalas dendam greenback pada Selasa (29/9) ini. Menurut laporan Index, Garuda mengawali dengan menguat 25 poin atau 0,17% ke level Rp14.875 per dolar AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 27,5 poin atau 0,18% di posisi Rp14.900 per dolar AS pada Senin (28/9) kemarin.

“Sentimen kasus COVID-19 yang terus meningkat padahal telah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua di DKI Jakarta membuat selera investor hambar,” papar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, menyikapi pelemahan rupiah kemarin, seperti dilansir Bisnis. “Pasca-PSBB tahap kedua yang diterapkan DKI Jakarta, masyarakat yang terkena COVID-19 di luar dugaan terus bertambah dan bahkan mencapai rekor tertinggi.”

Dalam perdagangan hari ini, Ibrahim menilai rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan walaupun cenderung terbatas. Pemberlakuan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di berbagai daerah yang diminta Joko Widodo mungkin akan memantik daya beli masyarakat, karena dinilai lebih efektif ketimbang PSBB. “Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran Rp14.890 hingga Rp14.960 per dolar AS,” sambung Ibrahim.

Berbeda dengan Ibrahim, hasil analisis CNBC Indonesia menuliskan bahwa rupiah kemungkinan akan menguat tajam pada transaksi hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang Garuda sudah terlihat di Non-Deliverable Market (NDF). NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot, dan karena itu kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Hampir senada, analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo, Ariston Tjendra, melihat bahwa rupiah berpotensi menguat pada hari ini berkat peluang pelemahan dolar AS. Potensi pelemahan mata uang Paman Sam muncul karena kelanjutan pembahasan rencana stimulus tahap kedua senilai 2,2 triliun dolar AS, yang akan dirundingkan Partai Demokrat dengan Partai Republik.

“Stimulus AS ini akan membantu pemulihan ekonomi di AS dan memberikan sentimen positif ke pasar aset berisiko. Rupiah berpotensi berbalik menguat bila sentimen pelemahan dolar AS berlanjut,” katanya kepada CNN Indonesia. “Kendati begitu, potensi pelemahan rupiah masih ada sebab pasar tetap mengkhawatirkan lambatnya pemulihan ekonomi dalam negeri.”

Loading...