Dibuka Menguat 28 Poin, Rupiah Hari Ini Diprediksi Lanjutkan Rebound

masih melanjutkan tren postifnya. Pada (22/1), menurut Bloomberg Index, mata uang Garuda dibuka menguat 28 poin atau 0,20 persen ke Rp13.879 per AS. Lalu, pada pukul 08.54 WIB, rupiah kembali menguat ke level Rp13.877 per AS.

Hari ini, rupiah memang diprediksi bakal melanjutkan rebound. Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (21/1), mata uang Garuda terapresiasi 57 poin atau 0,41 persen ke Rp13.907 per dolar AS.

Menurut Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, rupiah bergerak sideway. “Penguatan kali ini didorong data negatif AS yang melaporkan bahwa consumer price index (CPI) AS bulan Desember 2015 minus atau deflasi 0,1 persen. Rupiah hari ini akan berada di rentang Rp13.800 hingga Rp13.960 per dolar AS,” jelas Putu.

Sementara dipaparkan Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, investor menunggu sejumlah data ekonomi awal bulan depan serta paket jilid IX. “Jika data klaim pengangguran AS berada di atas proyeksi, rupiah akan melanjutkan penguatan di Rp13.850 hingga Rp13.950 per dolar AS,” ungkap David.

Penguatan rupiah juga diprediksi oleh Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesa, Reza Priyambada. Namun, Reza mengingatkan agar para pelaku pasar tetap memerhatikan sentimen yang ada. “Jelang pidato dari Mario Draghi selaku pimpinan ECB, dolar AS akan bergerak variatif,” kata Reza.

Selain itu, menguatnya harga dunia pagi ini juga memberikan harapan bagi rupiah untuk melanjutkan tren penguatannya. Setelah Kamis ditutup menguat 4,16 persen ke 29,5 dolar AS per barel, pagi ini, WTI kontrak Maret 2016 naik 1,39 persen ke 29,94 dolar AS per barel.

Loading...