Dibuka Melemah, Rupiah Hari Ini Nyaris Tak Punya Daya Tahan

Awal pekan ini, diramal berpeluang besar mengalami koreksi. Data-data ekonomi (AS) yang terpantau positif sehingga menopang laju AS, serta minimnya sentimen pendukung dari dalam negeri bakal menjadi beban bagi mata uang Garuda.

Menurut laporan Bloomberg Index, pada (28/3) rupiah dibuka 4 poin atau 0,03% ke Rp13.250 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 74 poin atau 0,55% ke Rp13.319 per dolar AS pada pukul 09.17 WIB.

“Ruang pelemahan rupiah masih tersedia melihat sentimen penguatan dolar AS di pasar global,” papar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Indeks dolar AS masih melanjutkan penguatannya hingga menjelang akhir pekan minggu lalu, menyusul revisi angka pertumbuhan AS kuartal IV tahun 2015 yang dinaikkan.”

Terbaru, data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal IV tahun 2015 tumbuh 1,4% dibanding kuartal sebelumnya sebesar 1%. “Hal itu menandakan perlambatan ekonomi AS tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya,” sambung Rangga.

“Rencana memangkas pada akhir Maret memang diperkirakan mampu mengembalikan ekspektasi rendah yang juga akan membantu meredakan tekanan pelemahan rupiah,” imbuhnya. “Namun, dalam jangka pendek, angka Maret 2016 yang diperkirakan naik berpeluang memberikan sentimen negatif.”

Senada, Ekonom Bank BCA, David Sumual, mengemukakan bahwa di awal pekan, pasar Eropa masih libur, sedangkan indikator ekonomi AS positif. Karena itu, rupiah nyaris tak punya daya tahan.

“Saat ini, dolar AS berada di atas angin dan nyaris tak berpenghalang. Di sisi lain, rupiah minim dukungan,” ujar David. “Rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.150 hingga Rp13.300 per dolar AS.”

Loading...