Dibuka Melemah 48 Poin, Rupiah Bakal Bergerak Flat dan Cenderung Tertekan

rupiah11

Laju rupiah pada perdagangan awal pekan (21/3) ini sepertinya sulit diprediksi. Meski AS terpantau menurun, namun mata uang Garuda juga berpotensi tertekan walau terbatas.

Menurut laporan Dollar Index, rupiah hari ini dibuka 48 poin atau 0,37% ke Rp13.165 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.58 WIB, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 31 poin atau 0,23% ke Rp13.147 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar indeks dolar AS juga terpantau 0,03% ke 95,050 pada pukul 06.36 WIB.

“Sentimen pelemahan rupiah berpeluang bertahan untuk sementara di awal minggu ini karena tertekan dolar AS, meski di sisi lain dolar AS melemah terhadap mayoritas kurs di ,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Pelemahan rupiah juga sejalan dengan kenaikan imbal hasil SUN yang justru terjadi selang sehari setelah pemangkasan BI rate sebesar 25bps.”

Rangga melanjutkan, komentar yang lebih berhati-hati dalam pelonggaran moneter kemungkinan juga akan membatasi ekspektasi ke depan. “BI juga memperkirakan inflasi Maret 2016 akan naik ke 4,5% YoY akibat inflasi ,” sambungnya.

“Namun, rencana pemangkasan premium di akhir Maret 2016 berpeluang menjaga ekspektasi inflasi 2016 tetap rendah,” lanjut Rangga. “Imbasnya, ruang pemangkasan BI Rate lebih lanjut juga masih tersedia.”

Hal hampir senada diutarakan Kepala Riset NH Securities, . Menurut Reza, meski rupiah menguat dalam beberapa hari sebelumnya, namun penguatan tersebut tidak didasari sentimen yang kuat sehingga potensi pelemahan pun masih tetap terbuka. “Rupiah hari ini akan bergerak flat dengan cenderung tertekan di level support Rp13.179 per dolar AS dan resisten Rp13.168 per dolar AS,” kata Reza.

Loading...