Dibuka di Zona Merah, Rupiah Masih Tertekan Jelang Libur Panjang

Jelang libur panjang nasional, rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan. Pasalnya, pergerakan nilai tukar Garuda masih mengikuti pola sentimen luar negeri dan turunnya harga komoditas membuat laju rupiah untuk bergerak positif menjadi terbatas.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan (4/5) dengan dibuka melemah 47 poin atau 0,36% di posisi Rp13.235 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda masih berkutat di zona merah dengan 66 poin atau 0,50% ke level Rp13.253 per dolar AS pada pukul 08.12 WIB.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan tertekan,” tutur Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Indeks dolar AS yang sempat tertekan usai meeting mulai menguat lagi menyusul jatuhnya harga dalam dua hari terakhir.”

Rangga menambahkan, turunnya harga minyak tersebut, meski menekan imbal hasil obligasi global, juga mendorong pelemahan harga komoditas lainnya. “Buruknya China juga memberikan alasan tambahan bagi dolar AS untuk menguat di pasar ,” sambungnya.

Senada, Analis PT Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, mengemukakan bahwa rupiah melemah lantaran terseret penurunan harga minyak. “Padahal, sentimen positif masih menyertai pergerakannya,” papar Andri.

Meski begitu, ditambahkan Andri, proyeksi ekonomi Indonesia kuartal I 2016 lebih baik dari kuartal sebelumnya. “Rupiah hari ini akan bergerak terbatas di kisaran Rp13.100 per dolar AS hingga Rp13.195 per dolar AS,” tambah Andri.

Pada penutupan perdagangan Selasa (3/5) kemarin, rupiah harus ditutup di zona merah dengan melemah 0,22% ke Rp13.188 per dolar AS. Padahal di awal transaksi, mata uang Garuda sempat menguat 35 poin atau 0,27% di Rp13.124 per dolar AS.

Loading...