Dibuka Anjlok 18 Poin, Turunnya Harga Minyak Tekan Laju Rupiah

diprediksi masih berpeluang melemah sepanjang perdagangan Rabu (31/8) ini. Pasalnya, indeks dolar AS melanjutkan tren penguatan setelah indeks kepercayaan (IKK) AS naik signifikan dan yang kembali .

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan sebesar 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.286 per dolar AS. Kemudian, spot kembali terdepresiasi 25 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.293 per dolar AS pada pukul 08.25 WIB. Sementara, indeks dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu pagi WIB terpantau naik 0,474 poin ke level 96,054.

“Pelemahan rupiah berpeluang bertahan hari ini dengan kemungkinan fluktuasi tinggi di sepanjang pekan,” papar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Pasalnya, indeks kepercayaan konsumen AS yang naik signifikan dan melemahnya harga minyak dunia membuat dolar AS melenggang.”

Harga minyak anjlok jelang pertemuan di September 2016 usai Iran mendeklarasikan keinginan untuk terus menggenjot produksi minyak mentah. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Oktober kehilangan 0,63 dolar AS dan menetap di 46,53 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, minyak Brent pengiriman Oktober juga 0,89 dolar AS dan ditutup pada 48,37 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Senada, Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan bahwa belum membaiknya harga minyak dunia membuat Garuda rawan terkena sentimen negatif sehingga berdampak pada penekanan yang kemungkinan terjadi pada rupiah. “Rupiah kemungkinan berada di level support Rp13.267 per dolar AS dan resisten Rp13.243 per dolar AS,” kata Reza.

Loading...