Dengan Rasa Yang Dinilai Enak, Harga Susu SGM 0-6 Bulan 1000gr Tergolong Terjangkau

Susu SGM untuk Bayi Usia 0-6 BulanSusu SGM untuk Bayi Usia 0-6 Bulan

Memberikan ASI (Air Susu Ibu) merupakan impian bagi sebagian besar ibu. Tetapi, mungkin tidak semua ibu dapat memberikan ASI mereka secara eksklusif, sehingga membutuhkan susu formula sebagai gantinya.

Salah satu susu formula yang sudah lama beredar di adalah SGM. Produk susu tersebut merupakan keluaran PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) yang merupakan perusahaan produsen berbagai produk untuk ibu hamil & menyusui, dan anak dengan yang dinilai enak, terjangkau, serta berstandar internasional.

SGM memberikan produk susu formula berdasarkan kategori usianya. Memasuki usia 6 bulan, bayi biasanya sudah diberikan MPASI atau pendamping ASI. pendamping tersebut biasanya dicampurkan dengan ASI atau susu formula. Bagi ibu yang tidak bisa memberikan ASI,maka dapat beralih ke susu formula. Misalnya, SGM Ananda Presinutri 0-6Bulan. Susu ini dijual dalam berbagai ukuran. Untuk ukuran 1000gr dijual seharga Rp 84.200. Susu ini bisa dibeli di Indomaret atau Alfamart.

Namun, di tengah gencarnya peredaran susu formula untuk bayi usia 0-6bulan, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) menyesalkan perusahaan yang secara agresif meluncurkan merek baru susu formula usia 0-12bulan. Sementara itu, mereka telah memiliki beberapa merek lain.

“Pemberian susu formula kepada anak usia 0-6bulan dalam kondisi normal itu melanggar hak anak. Saat ini, sudah banyak produk susu bayi yang sudah ada di ,” ujar Ketua KPAI Badriyah Fayumi.

Menurutnya, pemberian susu formula kepada bayi usia 0-6bulan, selain akan menghambat bayi, juga akan berdampak buruk kepada ibu. Badriyah menjelaskan bahwa produsen susu formula untuk anak usia dini sebenarnya boleh-boleh saja melakukan pemasaran, namun, harus sangat terbatas dan peluncuran merek baru bisa menggambarkan agresivitas perusahaan tersebut untuk meningkatkan pemasaran. “Boleh saja, tapi peredarannya harus sangat terbatas, atau limited dan tidak boleh ekspansif sampai ke pasaran lho,” lanjut Badriyah.

KPAI juga secara tegas meminta Rumah Sakit untuk tidak memasang stiker, leaflet, atau apapun bentuk promosi yang menawarkan susu formula. Apabila melanggar, seharusnya diberikan sangsi, mulai dari teguran hingga pidana sesuai dengan tingkatan kesalahan. “Seharusnya Kementerian Kesehatan yang melakukan tindakan,” katanya.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Kepala Seksi Standarisasi Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, Titin Hartini yang menekankan tentang Undang-Undang Kesehatan dan aturan turunannya dalam Peraturan nomor 33/2012 tentang Pemberian Asi Eksklusif yang menegaskan tenaga dan fasilitas kesehatan yang memberikan susu formula harus menaati beberapa ketentuan termasuk dilarang melakukan kegiatan promosi. “Sanksinya ya imbauan, tapi kalau melakukan pelanggaran berat, pabriknya bisa kita tutup,” ujar Titin.

Untuk menghindari pemberian susu formula pada bayi di usia 0-6bulan, menurut Titin, pihaknya mempunyai program Inisiasi Menyusui Dini (IMD) terhadap ibu yang baru melahirkan. “Inisiasi akan memudahkan ibu untuk memberikan ASI, selain lebih dekat dengan anak, juga akan menghemat pengeluaran keluarga,” imbuh Titin.

Loading...