Data Tenaga Kerja AS Positif, Rupiah Berbalik Melemah

rupiah melemah

harus berbalik melemah pada penutupan perdagangan Senin (11/12) ini karena pergerakan indeks ditopang data ekonomi terbaru Paman Sam yang cukup positif. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, NKRI menutup dengan pelemahan tipis sebesar 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.552 per AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir naik tipis 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.550 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (8/12) pekan lalu. Tren positif mata uang Garuda berlanjut tadi pagi dengan dibuka menguat 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.535 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.532 hingga Rp13.553 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS sedikit mengalami koreksi pada perdagangan Senin, setelah sebelumnya berakhir naik karena disokong laporan data tenaga kerja Paman Sam yang cukup positif. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,05 poin atau 0,05% menuju level 93,851 setelah akhir pekan kemarin berakhir di posisi 93,90.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, data non-farm payroll AS di bulan November 2017 tercatat sebesar 228.000 jiwa, atau lebih tinggi dari prediksi ekonom yang sebesar 198.000 jiwa. Kondisi tersebut diperkirakan akan memicu prospek kenaikan The Fed yang menurut rencana akan diumumkan pada tengah pekan ini waktu setempat.

Sayangnya, kendati mengalami penguatan, data upah tenaga kerja tidak memberi dukungan pada kenaikan dolar AS. Tercatat, upah rata-rata per jam meningkat 0,2%, lebih rendah dari perkiraan pasar yang sebesar 0,3% sehingga analis mengungkapkan bahwa data tersebut mengecewakan, yang bisa menjadi beban kenaikan suku bunga di tahun depan.

“Ketiadaan tekanan upah memang tidak akan mengubah aspirasi kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan bulan ini,” ujar Senior Global Market Strategist di BNY Mellon di Boston, Marvin Loh. “Tetapi, hal tersebut berpotensi menjadi titik diskusi utama bagi Gubernur Federal Reserve tahun 2018 mendatang.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.546 per dolar AS, menguat 10 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.556 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,44% dialami peso Filipina, diikuti ringgit Malaysia yang menguat 0,14%.

Loading...