Data Tenaga Kerja AS Buruk, Rupiah Melambung di Awal Dagang

Rupiah diprediksi mampu melanjutkan tren penguatan pada awal pekan (5/9) ini. Rilis data tenaga kerja AS yang buruk pada akhir pekan lalu membuat pergerakan AS cenderung seret sehingga Garuda berpeluang melambung.

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.223 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.31 WIB, spot kembali terdongkrak 39 poin atau 0,29% ke posisi Rp13.208 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau tipis 0,04% ke level 95,882 di awal dagang.

“Data tenaga kerja AS yang memburuk bisa menghantam laju dolar AS dan jadi sumber kekuatan rupiah,” jelas Research and Analyst Divisi Treasury PT Bank Tbk, Resti Afiadinie. “Jadi, potensi mata uang Garuda untuk kembali melanjutkan penguatan pada hari ini terbuka lebar.”

Pada akhir pekan lalu, data tenaga kerja AS yang diumumkan memang mengecewakan. Upah tenaga kerja turun dari 0,3% menjadi 0,1%, sedangkan tenaga kerja non-pertanian merosot jauh dari 275.000 menjadi 151.000. Sementara, tingkat pengangguran stagnan di level 4,9%. Data yang buruk ini sekaligus berpeluang menjegal harapan kenaikan The Fed pada pertemuan FOMC September 2016.

Sementara itu, Kepala Riset NH Securities Indonesia, , mengungkapkan bahwa pada akhir pekan lalu, ketika pasar cenderung menanti data tenaga kerja AS, laju the bergerak sehingga menguntungkan rupiah. Sayangnya, sentimen dalam negeri masih minim sehingga penguatan cenderung terbatas. “Rupiah kemungkinan berada di level support Rp13.287 per dolar AS dan resisten Rp13.245 per dolar AS,” kata Reza.

Loading...