Data PDB Dirilis, Rupiah Menguat 16 Poin Jelang Libur Tahun Baru Imlek

Respon ditunjukkan rupiah usai Badan Pusat Statistik () merilis data domestik bruto () dalam negeri kuartal IV . Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, hari ini (5/2) mata uang Garuda ditutup ke level Rp13.624 per AS. Rupiah menguat 16 poin atau 0,12 persen dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.640 per AS.

Setelah dibuka menguat tipis 2 poin pada sesi pagi, rupiah meneruskan tren positif sesaat setelah data PDB dirilis. Pada pukul 10.40 WIB, rupiah berada di level Rp13.605 per dolar AS, menguat 35 poin atau 0,26 persen, sekaligus menjadi mata uang terkuat di ASEAN.

Dalam rilisnya tadi pagi, BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) pada kuartal IV 2015 mencapai 5,04 persen. Angka itu lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang hanya 4,73 persen. Dengan begitu, pertumbuhan sepanjang 2015 tercatat sebesar 4,79 persen. Salah satu faktor pendorong pertumbuhan di kuartal IV 2015 adalah realisasi belanja pemerintah yang meningkat.

“Hadirnya data PDB hari ini memberikan angin segar bagi pasar dalam negeri,” kata Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities, Maximilianus Nico Demus. “Di samping itu, hari ini diperkirakan total frekuensi akan turun kembali, mengingat adanya libur panjang Tahun Baru Imlek, serta adanya data AS yang akan keluar nanti malam.”

Menurut Nico, harga minyak mentah dunia memang sempat melemah pada sesi pembukaan pagi. “Namun dengan berita domestik yang membaik sesuai harapan, maka imbas pelemahan harga minyak tidak begitu tampak,” sambungnya.

Tren positif mata uang Garuda juga diwartakan Yahoo Finance. Pada pukul 16.01 WIB, rupiah berada di level Rp13.620 per dolar AS, menguat 0,30 persen atau 41 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp13.661 per dolar AS.

Loading...