Data PDB AS Diprediksi Membaik, Rupiah Tergerus 70 Poin di Akhir Pekan

Data PDB AS yang diperkirakan membaik membuat AS jemawa sehingga kembali menekan pergerakan mata uang Garuda ke jalur negatif pada perdagangan akhir pekan (30/9) ini. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, rupiah harus menutup perdagangan terakhir di bulan September 2016 ini dengan anjlok sebesar 70 poin atau 0,54% ke level Rp13.042 per AS.

Langkah negatif rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan dibuka 16 poin atau 0,12% ke level Rp12.988 per dolar AS. Istirahat sesi pertama, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 33 poin atau 0,25% ke posisi Rp13.005 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 14.50 WIB, spot masih bergerak negatif dengan turun 45 poin atau 0,35% ke level Rp13.017 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah yang terjadi sejak kemarin memang berpeluang bertahan dalam jangka pendek,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Secara umum, dolar AS masih tetap kuat di Asia pada .”

Sementara itu, menurut Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, terbatasnya laju rupiah karena dipengaruhi antisipasi pelaku jelang rilis PDB AS dan klaim yang diprediksi membaik. “Sementara, pada perdagangan kemarin, rupiah melemah karena adanya aksi ,” kata Reza.

Laporan yang dirilis Departemen Perdagangan AS pada Kamis (29/9) waktu setempat menunjukkan perdagangan internasional dalam barang lebih baik dari yang diperkirakan sehingga perdagangan meningkat, dengan ekspor naik 0,7% dan impor naik 0,3%. Dengan data ini, para pun percaya bahwa akan menaikkan suku bunga acuan dari 0,50 ke 0,75 pada FOMC meeting di bulan Desember.

Sementara, dari dalam negeri, fokus pasar akan beralih ke angka September 2016 yang dijadwalkan dirilis Senin (3/10) mendatang. diperkirakan naik ke 3% YoY. Adapun RAPBN 2017 yang disepakati, menunjukkan defisit yang naik dibanding APBNP 2016.

Loading...