Data Nonfarm Payroll AS Mengecewakan, Rupiah Dibuka Menguat

rupiah menguat

melaju mulus pada pembukaan awal pekan (8/1) ini setelah data nonfarm cukup mengecewakan. Menurut laporan Bloomberg Index, Garuda membuka hari ini dengan menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.406 per AS. Sebelumnya, spot ditutup naik tipis 6 poin atau 0,04% di posisi Rp13.416 per AS pada akhir pekan (5/1) kemarin.

Departemen AS melaporkan bahwa pertumbuhan nonfarm payroll di Paman Sam pada periode Desember 2017 kemarin sebanyak 148.000 jiwa, jauh di bawah pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mencapai 228.000 jiwa dan ekspektasi pasar yang sebesar 190.000 jiwa. Sementara, data tingkat pengangguran dilaporkan tidak berubah dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar 4,1%, terendah sejak Desember 2000.

“Angka ini sangat lemah sekaligus mengejutkan mengingat ADP yang kuat pada Rabu (3/1) kemarin (sebesar 250.000 jiwa),” ujar chief investment officer of Charlotte, Chris Zaccarelli, dikutip Reuters. “Namun, itu hanya data untuk satu bulan, dan pasar kemungkinan tidak begitu memerhatikan data ini untuk saat ini, sehingga dolar AS tidak terperosok kendati masih dalam posisi bearish.”

Senada, kepala strategi FX Amerika Utara di TD Securities di Toronto, Mark McCormick, menambahkan bahwa data tersebut bisa dikatakan mengecewakan dan bisa mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed di bulan Maret sekaligus menekan greenback. Pelemahan dolar AS ini akan menguntungkan emas yang berdenominasi dolar AS dan menjadi lebih murah untuk pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Sementara, dari dalam negeri, sentimen positif bagi rupiah datang dari laporan cadangan Indonesia yang mencapai angka 130 miliar dolar AS pada bulan Desember 2017, atau berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan cadangan ini bisa menjadi sinyal baik bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada tahun 2018 karena Indonesia akan memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi gejolak dari luar.

“Salah satu pendorong kenaikan cadangan devisa dalam negeri adalah penerbitan global bond,” kata Gubernur , Agus Martowardojo, seperti dilansir Kontan. “Pemerintah merilis global bond itu sebagai prefunding 2018. Nilai global bond yang diterbitkan beberapa waktu lalu tersebut mencapai sebesar 4 miliar dolar AS.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top