Data NFP AS Melonjak, Rupiah Tetap Menguat di Awal Pekan

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (9/12) pagi - indopos.co.id

mampu melanjutkan tren positif pada Senin (9/12) pagi, meski laporan terbaru nonfarm payrolls menunjukkan yang positif. Menurut Bloomberg Index, Garuda mengawali dengan menguat 33 poin atau 0,24% ke level Rp14.005 per dolar . Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 30 poin atau 0,21% di posisi Rp14.038 per dolar pada akhir pekan (6/12) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, Departemen AS mengumumkan bahwa nonfarm payrolls negara tersebut melonjak 266.000 pada bulan November 2019, lebih baik dari survei Dow Jones sebesar 187.000. Tingkat pengangguran juga trun menjadi 3.5%, kembali ke level terendah 2019 sekaligus menyamai tingkat pengangguran terendah sejak 1969.

Pertumbuhan pekerjaan adalah yang terbaik sejak 312.000 pada Januari lalu dan jauh dari total 201.000 di bulan November 2018. Sementara harapan sudah naik, banyak yang didasarkan pada kembalinya pekerja General Motors setelah pemogokan yang panjang. Dinamika itu memang meningkatkan lapangan kerja di kendaraan bermotor sebesar 41.300, bagian dari kenaikan 54.000 keseluruhan di bidang manufaktur.

Saham dibuka naik tajam sebagai reaksi terhadap laporan yang lebih baik dari perkiraan. Imbal hasil obligasi juga melonjak. Menurut Direktur National Economic Council, Larry Kudlow, seperti dilansir CNBC, ini adalah angka yang sangat kuat dan Amerika ‘bekerja’. “Ini adalah angka-angka yang membahagiakan, ini adalah angka-angka Jumat yang cerah,” katanya.

Head of Economic & Research UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, dikutip dari Kontan, mengatakan bahwa data tenaga kerja AS berpotensi membuat kurs melesat di awal pekan ini. Data AS ini ini bisa membuat diproyeksi tidak lagi menurunkan suku bunga akhir tahun ini. “Ini bisa menjadi alasan cenderung beli dolar AS,” katanya.

Sementara itu, Analis Monex Investindo Future, Faisyal, menambahkan bahwa posisi rupiah bisa kian tertekan jika data penjualan ritel China dilaporkan turun. Karena itu, Faisyal memprediksi spot akan bergulir di kisaran Rp13.980 hingga Rp14.130 per dolar AS, sedangkan Enrico menilai kurs akan bergerak di rentang Rp14.000 hingga Rp14.100 per dolar AS.

Loading...