Data Ekonomi AS Suram, Rupiah Melenggang di Awal Pekan

rupiah menguat

langsung tancap gas pada pembukaan awal pekan (17/7) ini seiring yang merosot karena data ekonomi negara tersebut dilaporkan suram. Seperti disampaikan Index, Garuda membuka transaksi dengan penguatan sebesar 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.308 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.30 WIB, spot kembali naik 25 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.314 per dolar AS.

Pada akhir pekan (14/7) kemarin waktu setempat, Departemen AS mencatat indeks konsumen (IHK) untuk semua perkotaan di Paman Sam tidak berubah pada Juni 2017 dalam basis yang disesuaikan secara musiman. Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item tercatat naik 1,6% dan laporan ini pun gagal memenuhi konsensus pasar.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mencatat perkiraan awal penjualan retail dan jasa makanan AS untuk bulan Juni 2017, disesuaikan dengan variasi musiman dan libur serta hari perdagangan. Meski demikian, tidak untuk perubahan harga yang mencapai 473,5 miliar dolar AS atau turun 0,2% dari bulan sebelumnya, dan 2,8% di atas bulan Juni 2016.

Data mengecewakan ini sontak mengirim kurs dolar AS ke zona merah pada tutup dagang akhir pekan kemarin, dengan melemah 0,61% ke level 95,142. Mata uang Paman Sam dibeli 112,55 yen Jepang, lebih rendah dari level 113,21 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga terdepresiasi menjadi 0,9639 franc Swiss atau turun dari 0,9671 franc Swiss di perdagangan sebelumnya.

“Pergerakan harga juga diharapkan dapat berbalik menguat untuk menghalangi apresiasi dolar AS, namun pasar tetap harus mewaspadai potensi pelemahan terhadap rupiah,” ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Rupiah hari ini kemungkinan bergerak di level support Rp13.425 per dolar AS dan resistance Rp13.294 per dolar AS.”

Loading...