Data Ekonomi AS Positif, Kurs Rupiah Alami Koreksi Teknikal

Rupiah - www.republika.co.idRupiah - www.republika.co.id

Jakarta – Kurs dibuka melemah sebesar 23 poin atau 0,16 persen ke Rp 14.439 per AS di awal hari ini, Jumat (10/8). Sebelumnya, Kamis (9/8), nilai tukar mata uang Garuda berakhir terapresiasi 23 poin atau 0,16 persen ke level Rp 14.416 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 14.395 hingga Rp 14.438 per AS.

Indeks yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, kurs menguat 0,47 persen menjadi 95,505 lantaran para pelaku kini tengah mempertimbangkan sejumlah Amerika Serikat yang positif.

Pada Kamis (9/8) Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, dalam pekan yang berakhir 4 Agustus 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman turun 6.000 dari tingkat yang direvisi pekan sebelumnya di angka 213.000, lebih rendah dari perkiraan pasar. Sementara itu, rata-rata pergerakan 4 minggu mencapai 214.250, lebih rendah 500 dari rata-rata yang direvisi pekan sebelumnya.

Dalam sebuah terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan jika Indeks Produsen (PPI) untuk permintaan akhir tidak mengalami perubahan pada bulan Juli 2018 yang disesuaikan secara musiman. Hasil tersebut agaknya tidak mampu memenuhi konsensus pasar untuk kenaikan sebesar 0,3 persen.

“Mengingat pelemahan mengejutkan baik di PPI utama dan PPI tanpa makanan dan energi adalah karena penurunan besar-besaran dalam harga-harga perdagangan hanya membalikkan setengah keuntungan besar-besaran dalam dua bulan sebelumnya, ini bukan berita baik pada inflasi mendatang,” jelas Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, seperti dilansir Xinhua.

Rupiah sendiri hari ini diprediksi akan terkoreksi lantaran dipicu faktor teknikal dan hasil data ekonomi AS. Menurut analis Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, rupiah akan melemah karena telah menguat sepanjang pekan ini dan mendekati level psikologis pada level Rp 14.400/USD. “Kalau sudah seperti itu, biasanya akan ada pembalikan arah,” jelas Andri.

Loading...